Laporkan Masalah

STUDI KONDISI SUNGAI CODE BERDASARKAN DATA DAN PERSEPSI MASYARAKAT PADA PENGGAL JEMBATAN WREKSODININGRAT HINGGA JEMBATAN SAYIDAN UNTUK PERTIMBANGAN RESTORASI SUNGAI CODE SECARA SISTEMIK

FITHART SALMAN F, Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono ; M. Sulaiman, S.T., M.Eng, D.Eng

2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK SISTEM

Secara umum sungai di Indonesia mengalami degradasi baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas untuk faktor biotik maupun abiotik terutama di daerah perkotaan. Salah satu sungai yang bermasalah di Propinsi DIY adalah Sungai Code. Permasalahan Sungai Code pada umumnya hampir sama dengan sungai-sungai lainnya di Kota besar di Indonesia. Cara terbaik mengembalikan sungai yang sudah terdegradasi adalah dengan melakukan restorasi dibandingkan dengan melakukan normalisasi. Normalisasi berpotensi menimbulkan akan menimbulkan masalah baru sedangkan restorasi tidak. Restorasi merupakan pendekatan dari berbagai aspek sehingga dapat menimilaisasi dampak yang ditimbulkan kedepannya. Pendekatan sistemik sangat diperlukan dalam pengelolaan maupun dalam penyelesaian masalah. Karena pada kenyataannya, setiap elemen saling berkaitan dengan elemen maupun sistem lainnya. Tinjauan restorasi Sungai Code ini adalah dari aspek hidrologi dan lingkungan, morfologi, ekologi, sosial ekonomi serta kelembagaan dan regulasi. Setelah dilakukan tinjauan tiap aspek, dilakukan pula tinjauan secara sistemik untuk melakukan analisis komprehensif. Analisis statistik menggunakan program komputer SPSS dilakukan untuk mendapatkan tipikal masyarakat yang akan berkontribusi banyak untuk sungai. Hampir seluruh aspek yang ditinjau mengalami degradasi. Elemen masyarakat yang berkontribusi paling tinggi adalah orang yang rumahnya sangat jauh dari Sungai Code atau sangat dekat dengan Sungai Code yang memiliki penghasilan dengan rentang Rp 500.000 - Rp 1.000.000 atau yang memiliki penghasilan > Rp 2.500.000 . Hasil analisis komprehensif menunjukkan bahwa masih terdapat sedikit gap dalam persepsi masyarakat dan realita di lapangan

In general, rivers in Indonesia are experiencing degradation both in terms of quality and quantity in terms of biotic and abiotic factors, especially in urban areas. One of the rivers that have problems in the DIY Province is Code River. Code River problems are generally almost the same as other rivers in large cities in Indonesia. The best way to restore a degraded river is to do a restoration compared to normalizing it. Normalization has the potential to cause new problem while restoration does not. Restoration is an approach from various aspects so that it can minimize the impact in the future. The system approach is very much needed in management and in solving problems. Because every element are interrelated with other elements and systems. This Code River Restoration will be reviewed from the hydrological and environmental aspects, morphology, ecology, socio-economic and regulations-institutions. After reviewing each aspect, a systematic review was carried out to conduct a comprehensive analysis. Statistical analysis using the SPSS computer program was conducted to get typical people who would contribute a lot to the river. Almost all aspects reviewed are degraded. The elements of society that contribute the highest are people whose homes are very far from the River Code or very close to the River Code which has income ranging from Rp. 500,000 - Rp. 1,000,000 or who have income> Rp. 2,500,000. The results of the comprehensive analysis show that there are still a few gaps in people's perceptions and reality

Kata Kunci : Sungai, Normalisasi, Restorasi, Sistemik, Degradasi

  1. S2-2019-407807-abstract.pdf  
  2. S2-2019-407807-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-407807-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-407807-title.pdf