Dampak Liberalisasi Perdagangan Ekspor Rempah-Rempah Indonesia di Pasar Internasional
HERDIANA ANGGRASARI, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.
2019 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIANGlobalisasi ekonomi memberikan peluang dan tantangan yang semakin besar terhadap sektor pertanian khusunya komoditas rempah-rempah di seluruh dunia. Komoditas tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk bersaing di pasar lokal, tetapi juga harus mampu berkompetisi di pasar luar, oleh karena itu perdagangan di era pasar bebas semakin mempunyai peranan yang penting. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui daya saing komoditas rempah-rempah Indonesia di Pasar Internasional 2) mengetahui tingkat kemiripan struktur ekspor komoditas rempah-rempah Indonesia dengan negara pesaing di Pasar Internasional, 3) mengetahui tingkat kompetisi perdagangan komoditas rempah-rempah Indonesia dengan negara- negara pesaing di Pasar Internasional, 4) mengetahui tingkat perdagangan intra-industri rempah-rempah Indonesia dengan negara mitra dagangnya di Pasar Internasional, dan 5) mengetahui pengaruh integrasi perdagangan bebas terhadap aliran ekspor komoditas rempah-rempah Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari UNComtrade dalam jangka waktu 25 tahun (1993-2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) daya saing komoditas rempah-rempah Indonesia di pasar internasional sangat kuat dan secara relatif memiliki daya saing yang tinggi, namun tren daya saing menurun, selain itu pasar komoditas rempah-rempah Indonesia berada pada tahap perluasan ekspor dan tidak cukup kuat untuk merebut pangsa ekspor, dan posisi komoditas berada pada lost opportunity, 2) Struktur kemiripan ekspor komoditas rempah-rempah Indonesia dengan negara pesaing di pasar internasional rendah, 3) tingkat kompetisi perdagangan komoditas rempah-rempah Indonesia dengan negara- negara pesaing di pasar internasional rendah, 4) tingkat perdagangan intra-industri rempah-rempah Indonesia dengan negara Cina tinggi, sedangkan dengan negara lainnya rendah, dan 5) adanya liberalisasi perdagangan memiliki pengaruh integrasi yang berbeda pasa setiap kesepakatan perdagangan.
Economic globalization provides greater opportunities and challenges to the agricultural sector, especially spices commodities throughout the world. These commodities not only require the ability to compete in the local market, but also must be able to compete in the outside market, therefore trade in the era of free markets has an increasingly important role. The purpose of this study is 1) to find out the competitiveness of Indonesian spices in the International Market 2) to know the level of similarity in the structure of export of Indonesian spices with competitor countries in the International Market, 3) to know the level of trade in Indonesian spice commodities competitor countries in International Markets, 4) know the level of intra-industry trade in Indonesian spices with their trading partner countries in the International Market, and 5) know the effect of free trade integration on the export flow of Indonesian spices. This study uses secondary data obtained from UNComtrade in a period of 25 years (1993-2017). The results showed that 1) the competitiveness of Indonesian spices in the international market was very strong and relatively high in competitiveness, but the trend of competitiveness declined, besides the Indonesian spice commodity market was at the stage of expanding exports and was not strong enough to seize the export share, and the position of commodities at a lost opportunity, 2) the structure of the similarity of exports of Indonesian spices to competing countries in the international market is low, 3) the level of competition in trading Indonesian spice commodities with competing countries in the low international market , 4) the level of intra-industrial trade in Indonesian spices with a high Chinese country, while with other countries it is low, and 5) the existence of trade liberalization has a different influence on integration in each trade agreement.
Kata Kunci : daya saing,integrasi,kemiripan,kompetisi,liberalisasi,rempah,tii