ENTREPRENEURSHIP PETANI SEBAGAI UPAYA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI DI PEDESAAN (Studi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
RAMADHAN DWI P, Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D;Subejo, S.P., M.Sc, Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALDalam beberapa tahun terakhir, entrepreneurship semakin terkenal sebagai alat potensial untuk mengatasi kemiskinan serta dapat mewujudkan ketahanan ekonomi di negara-negara berkembang. Penelitian ini, terutama bertujuan untuk meneliti hubungan antara entrepreneurship petani dengan pengentasan kemiskinan dan ketahanan ekonomi pedesaan di Indonesia dengan menilai kontribusi entrepreneurship petani terhadap pengentasan kemiskinan dan ketahanan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode mix-method concurent triangulation strategy. Data dikumpulkan dari 299 wirausaha petani di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kuesioner survey dan wawancara. Pemodelan persamaan struktural (SEM) digunakan untuk melakukan analisis efek dari tiga kemampuan yang diidentifikasi dari entrepreneurship petani -ekonomi, pendidikan dan pengetahuan, serta sosial budaya- terhadap pertumbuhan entrepreneurship petani dan bagaimana ini pada gilirannya mempengaruhi kemiskinan dan ketahanan ekonomi pedesaan, menggunakan bantuan software WarpPLS 6.0. Temuan menunjukkan bahwa entrepreneurship petani berpengaruh positif dan berdampak signifikan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan ketahanan ekonomi pedesaan. Temuan yang lain bahwa kapabilitas pendidikan dan pengetahuan serta kapabilitas sosial budaya memiliki pengaruh besar pada pertumbuhan entrepreneurship petani. Terdapat perbedaan kapabilitas pendidikan pengetahuan dan ekonomi pada petani muda dan tua dalam mengembangkan entrepreneurship petani di pedesaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam upaya baru untuk mengurangi kemiskinan pedesaan harus lebih menekankan pada promosi entepreneurship petani di daerah pedesaan. Selain itu, pendekatan yang lebih banyak berasal dari inisiatif dan inovasi petani sendiri dapat membantu mengurangi beban keuangan pemerintah pusat dalam bentuk alokasi sumber daya untuk pengentasan kemiskinan yang ditargetkan negara. Studi ini juga memperluas literatur tentang nexus entrepreneurship petani - pengentasan kemiskinan - ketahanan ekonomi di Indonesia, dan ini dapat menjadi pelajaran bagi negara-negara berkembang lainnya dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan ekonomi di pedesaan.
In recent years, entrepreneurship has become increasingly popular as a potential tool for overcoming poverty and achieving economic resilience in developing countries. This study, in large part, is aimed at discussing the relationship between farmer entrepreneurship and poverty alleviation and economic resilience in Indonesia by endorsing farmers' entrepreneurship to alleviate poverty and economic resilience. This study uses a mixed-method concurent triangulation strategy. Data were collected from 299 farmer entrepreneurs in the Yogyakarta Special Province through survey and interview questionnaires. Structural equation modeling (SEM) is used to analyze the effects of the three expected abilities of farmer entrepreneurship-economy, education and knowledge, as well as socio-culture on farmers' entrepreneurial growth and how this on improving welfare and economy, using the help of WarpPLS 6.0 software. The findings show that entrepreneurship of farmers is positive and has a significant impact on poverty alleviation and increasing rural economic well-being. The findings that suggest educational capabilities and knowledge as well as social capabilities have a major influence on the growth of farmer entrepreneurship. There are differences in knowledge and economic education capabilities for young and old farmers in developing entrepreneurship in rural farmers. This research shows that the Government of the Special Province of Yogyakarta in a new effort to reduce rural poverty should place more emphasis on promoting entepreneurship farmers in rural areas. In addition, more assistance is needed from those initiative and innovation by farmers who can help issue funds from the central government in the form of allocating resources for state-sponsored poverty alleviation. The study also discusses literature on the entrepreneurial nexus of farmers - alleviating poverty - economic prosperity in Indonesia, and this can be a lesson for other developing countries in order to improve welfare and improve economic well-being in the rural areas.
Kata Kunci : Entrepreneurship Petani,Pengentasan Kemiskinan,Ketahanan Ekonomi Pedesaan