Laporkan Masalah

KAJIAN KUALITATIF PENGALAMAN ODHA DALAM MENGAKSES TERAPI ARV DI RSUD Dr M YUNUS BENGKULU

DEBBY FEBRIANI, dr. Yanri W. Subronto, PhD., SpPD-KPTI., FINASIM .; Dr. Supriyati, S.Sos, M. Kes

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang : Penderita HIV AIDS semakin tahun semakin meningkat. Hingga saat ini ODHA masih sangat bergantung pada terapi ARV untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. Pengalaman diketahui sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Pengalaman dalam mengakses terapi ARV bisa saja mempengaruhi kepatuhan minum obat. Sebuah kajian perlu dilakukan untuk mengetahui pengalaman ODHA dalam mengakses terapi ARV. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman ODHA dalam mengakses terapi ARV. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan mengambil esensi dari pengalaman ODHA dalam mengakses terapi ARV. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologi. Teknik simpel random sampling digunakan untuk mendapatkan informan, sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Lokasi pemilihan informan dilakukan di poliklinik CST RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 12 informan utama dan 2 informan pendukung sebagai significant others. Analisis data menggunakan software opencode 3.6. Keabsahan data melalui triangulasi, member checking dan peer debriefing. Hasil : ODHA mengalami tahapan dan proses yang panjang dan berat hingga kemudian memulai terapi ARV. Pengalaman selama mengakses terapi ARV mempengaruhi ketepatan waktu mengambil ARV. Penelitian ini menemukan 5 tema ; kehidupan diawal terdiagnosis HIV merupakan waktu yang diliputi dengan kesedihan, kesakitan dan bayangan kematian, HIV adalah penyakit yang berat dan membutuhkan pengobatan segera, mengakses dan mengkonsumsi ARV seumur hidup adalah sebuah bagian dari kehidupan yang baru, sikap yang positif terhadap pelayanan kesehatan berhubungan positif dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan ketidaknyamanan difasilitas kesehatan menghadirkan ketidakpatuhan dalam mengakses terapi ARV. Kesimpulan : Bagi ODHA mengakses dan mengkonsumsi ARV seumur hidup adalah sebuah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Perbaikan disistim pelayanan kesehatan (SDM, prosedur, regulasi) diperlukan untuk memastikan ODHA tetap rutin mengakses terapi ARV tepat waktu. Konsultasi pra ARV harus lebih diperkuat untuk mencegah ODHA putus obat. Penambahan layanan diperlukan untuk dapat mengcover seluruh ODHA dari berbagai kabupaten.

Background: The Number of HIV AIDS sufferer incrase every year. Until today PLWHA are still very dependent on ARV therapy to improve the quality of their health. Their experience have great effect on their attitude. Experience in accessing ARV therapy may affect medication compliance. A study needs to be conducted to find out PLWHA experience in accessing ARV therapy. The focus of this study is to explore PLWHA experience in accessing ARV therapy. Objective: The objective of this study is to explore and take the essence of PLWHA experience in accessing ARV therapy. Method: This study used qualitative methods with phenomenological research designs. Simple random sampling technique is used to get the informant, according predefined inclusion criteria. The selected location of informants was carried out at the CST RSUD Dr M Yunus polyclinic in Bengkulu. Data was collected through in-depth interviews with 12 main informants and 2 supporting informants as significant others. Data analysis used software opencode 3.6 while data validity used triangulation, member checking and peer debriefing. Result: PLWHA experience a long and severe stage until they start ARV therapy. The experience of accessing ARV therapy affects the timeliness of taking ARVs. This study found 5 themes; Early life diagnosed with HIV is a time filled with sadness, pain and shadow of death, HIV is a severe disease and requires immediate treatment, accessing and consuming ARVs for life is a part of a new life, a positive attitude towards health care is positively related to the utilization of health services and inconvenience in health facilities and present disobey in accessing ARV therapy. Conclusion: For PLWHA accessing and consuming ARV for a lifetime has become a part of life that cannot be separated. Improvements to the health care system (human resources, procedures, and regulations) are needed to ensure PLWHA can routinely access ARV therapy on time. Pre-ARV consultation must be further strengthened to prevent PLWHA from dropping out. Additional services are needed to cover all PLWHA from various districts.

Kata Kunci : Pengalaman, ODHA, Akses, Terapi, ARV, Experience, PLWHA, Access, Therapy

  1. S2-2019-418216-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418216-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418216-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418216-title.pdf