Laporkan Masalah

Hubungan Praktik Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 6-9 Bulan di Kabupaten Kulon Progo

IZZATI HAYU ANDARI, Dr. Toto Sudargo, S.K.M., M.Kes; Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Masa pengenalanan makanan padat merupakan masa kritis pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi setelah usia 6 bulan. Pemberian makan pada bayi dan anak pada praktiknya memiliki tingkat kompleksitas dalam penerapannya. Hal tersebut menyebabkan penggunaan indikator tunggal tidak mudah digunakan untuk menganalisa hubungan antara kualitas pemberian makan dengan status gizi. Salah satu instrumen yang dapat digunakan yaitu Indeks Pemberian Makan Bayi dan Anak (IPMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6-9 bulan di Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan racangan studi potong-lintang (cross-sectional). Subjek dalam penelitian ini adalah 255 pasang ibu dan bayi berusia 6-9 bulan yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik, antropometri, asupan zat gizi, dan skor IPMB diperoleh dari data sekunder dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Intervensi Comprehensive Complementary Feeding Practice (COMPRE-FEED) terhadap Self-Efficacy Ibu, Feeding Practices, Dietary Diversity, Asupan Makanan, dan Pertumbuhan Balita Usia 6-12 Bulan". Analisis statistik yang digunakan yaitu uji chi-square dan independent t-test. Namun jika syarat uji tidak terpenuhi, maka digunakan uji Fisher exact dan uji Mann-Whitney. Analisis data menggunakan software Stata Versi 13. Hasil: tidak ada hubungan yang bermakna antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi. Terdapat perbedaan rerata asupan zat gizi yang signifikan antara kelompok praktik pemberian MP-ASI sedang dan tinggi dengan nilai p asupan energi (p<0,001), protein (p<0,001), lemak (p<0,001), dan karbohidrat (p<0,001). Tidak ada perbedaan asupan zat gizi yang bermakna antara subjek dengan status gizi kurang dan normal (BB/U), pendek dan normal (PB/U), serta kurus dan normal (BB/PB). Kesimpulan: Diperlukan penggunaan alat ukur yang lebih tepat dalam menilai praktik pemberian MP-ASI sehingga dapat pula melihat hubungan antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi lebih baik. Kata kunci: praktik pemberian MP-ASI, status gizi, asupan zat gizi, indeks pemberian makan bayi dan anak (IPMB), keragaman makanan.

Background: The introduction of complementary food is a critical time in infant's feeding practice. Infant and child feeding practice have a level of complexity in its application. Thus, the use of an instrument which includes the indicators of feeding practice is required. One of the instruments that can be used is the Infant and Child Feeding Index (ICFI). This study objective is to determine the relationship between feeding practice and nutritional status of infants aged 6-9 months old in Kulon Progo. Methods: This study was an observational study with cross-sectional design. 255 pairs of mother and infant aged 6-9 months old who meet the inclusion criteria were recruited. The data included subjects' characteristics, anthropometry, nutrient intake, and ICFI scores were obtained from secondary data in a study titled "The Effect of Comprehensive Complementary Feeding Practice (COMPRE-FEED) on Maternal Self-Efficacy, Feeding Practices, Dietary Diversity, Food Intake, and Child Growth Aged 6-12 Months". Statistical analyses used were chi-square test and independent t-test. The analyses were done using STATA Version 13 software. Results: there was no significant relationship found between feeding practice and nutrition status. There was a significant mean difference of nutrition intake on energy (p<0,001), protein (p<0,001), fat (0,001), and carbohydrate (p<0,001) in each group of feeding practice. There were no mean difference of nutrition intake in each group of nutrition status. Conclusion: An appropriate instrument to measure infants' feeding practice is needed. Thus, the relationship between feeding practice and nutrition status can be explained better. Keywords: feeding practice, nutritional status, nutrient intake, Infant and Child Feeding Index (ICFI), dietary diversity.

Kata Kunci : praktik pemberian MP-ASI, status gizi, asupan zat gizi, indeks pemberian makan bayi dan anak (IPMB), keragaman makanan.

  1. S2-2019-418274-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418274-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418274-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418274-title.pdf