PENGARUH INTERVENSI EDUKASI MPASI KOMPREHENSIF TERHADAP POLA PEMBERIAN DAN PERILAKU MAKAN BALITA USIA 6-12 BULAN DI KULON PROGO
LULU' LUTHFIYA, Dr. Toto Sudargo, S.K.M., M.Kes; Dr. Supriyati, S.Sos, M.Kes
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang : Pola pemberian makan balita usia 6-23 bulan di Indonesia belum optimal. Hasil survey pendahuluan di Kulon Progo menunjukkan bahwa hanya 10,34% balita diberikan 4 kelompok makanan dan 49% balita tidak diberikan makanan sumber protein. Perilaku makan sehat pada balita perlu diperhatikan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Pemberian MPASI yang responsif akan mengembangkan perilaku makan yang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian MPASI adalah pengetahuan. Intervensi edukasi MPASI efektif meningkatkan pemberian MPASI yang tepat. Tujuan : Mengetahui pengaruh intervensi edukasi MPASI komprehensif terhadap pola pemberian dan perilaku makan balita usia 6-12 bulan di Kulon Progo. Metode : Desain penelitian cluster randomized control trial dengan rancangan pre test post test control group. Total sampel 79 pasang ibu dan balita pada masing-masing kelompok. Pemberian intervensi dilakukan selama 3 bulan. Data dianalisis menggunakan software STATA 13. Pola pemberian makan dikumpulkan menggunakan kuesioner SQ FFQ dan perilaku makan dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku makan anak yang dikumpulkan melalui wawancara. Hasil : Pola pemberian makan meningkat dibandingkan dengan sebelum perlakuan, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi. Pola pemberian makan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, yaitu pada jenis pemberian makanan pokok, lauk hewani, sayur dan buah (P < 0,05); frekuensi pemberian makanan pokok, lauk hewani sayur dan buah serta jumlah pemberian makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati dan buah, namun tidak berbeda signifikan (P > 0,05). Peningkatan skor perilaku food aproach dan food avoidant pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding kelompok kontrol namun tidak berbeda signifikan (P > 0,05). Kesimpulan : Intervensi meningkatkan jenis pemberian makan pada kelompok makanan pokok, lauk hewani dan sayur. Tidak terdapat perbedaan peningkatan frekuensi dan jumlah pemberian pada semua kelompok makanan antara kelompok kontrol dan intervensi. Tidak terdapat perbedaan peningkatan skor perilaku makan. Kata Kunci : makanan pendamping ASI, balita, pola pemberian makan, perilaku makan
Background : Feeding pattern of toddler in Indonesia is unoptimal. The result of the preliminary survey in Kulon Progo showed that only 10.34% children aged 6-23 months were given four food groups and 49% children 6-23 aged months were not given protein source. Healthy eating behavior in children under five is essential for optimal growth and development. Responsive complementary feeding will develop good eating behavior. One of the factors that influence complementary feeding is knowledge. Education on complementary feeding has been shown to effectively increase appropriate complementary feeding. Objective : The study aimed to determine the effect of comprehensive complementary feeding education on feeding patterns and feeding behavior of child aged six – twelve months of age in Kulon Progo. Method : This is a cluster randomized control trial with pre test post test control group design. The intervention was carried out for three months. Data were analyzed using STATA 13 software. Feeding pattern was collected using SQ FFQ questionnaire and eating behavior was collected using child's eating behavior questionnaire that collected by interviews. Results : Feeding patterns after intervention was improve in both control and intervention group. Feeding pattern in the intervention group was better than control group, namely staple food, animal protein, vegetables and fruit (P < 0,05); feeding frequency of staple food, animal protein, vegetable and fruit; feeding amount of staple food, animal protein, plant dishes and fruit, but did not change significant (P > 0.05). Score improvement of food approach and food avoidant behavior in intervention group was higher than control group but did not change significantly (P > 0.05) Conclusion : Interventions increase feeding type of staple food, animal protein source, and vegetables. There were no significant differences in feeding frequency and amount size in all of food group between control and intervention group. There was no significant difference in eating behavior. Keywords: complementary feeding, toddler, feeding pattern, eating behavior
Kata Kunci : makanan pendamping ASI, balita, pola pemberian makan, perilaku makan