Pemanfaatan Ruang Kawasan Tebing Breksi untuk Kegiatan Pariwisata pada Periode Tahun 2016-2017
NONI KUSUMANINGRUM, Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch.
2019 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURTebing Beksi merupakan kawasan bekas penambangan batu yang telah ditetapkan sebagai situs warisan geologi yang saat ini dimanfaatkan untuk pariwisata. Sejumlah komponen destinasi pariwisata telah menempati ruang-ruang kawasan Tebing Breksi sehingga terjadi sebaran pemanfaatan ruang di sekitar Tebing Breksi yang membentuk pola tertentu yang layak untuk dipahami lebih dalam. Berpijak dari hal tersebut, maka penelitian ini penting dan perlu dilakukan dengan tujuan untuk: (a) mengidentifikasi pemanfaatan area di sekitar Tebing Breksi sebagai area wisata, (b) menelusuri faktor-faktor yang mendorong perkembangan kegiatan berwisata dan penyediaan fasilitas dan infastruktur wisata, dan (b) mengidentifikasi dan merumuskan pola-pola keruangan yang terbentuk oleh kegiatan dan pembangunan/ penyediaan fasilitas dan infrastruktur wisata. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai pemanfaatan ruang. Lokus penelitian adalah di kawasan Tebing Breksi, Dusun Nglengkong, Desa Sambirejo, DIY yang dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitan ini adalah data primer yang didapatkan melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam serta data sekunder yang meliputi dokumen dari stakeholder, hasil penelitian sebelumnya, serta artefak fisik. Untuk menyusun analisis data digunakan peta pemanfaatan ruang sebagai panduan dalam melihat kondisi objek penelitian secara spasial. Peta ini pada dasarnya memiliki data tentang kondisi spasial berupa letak komponen destinasi wisata di kawasan Tebing Breksi. Analisis dan pembahasan dilakukan terhadap pemanfaatan ruang di kawasan Tebing Breksi yang terjadi pada periode tahun 2016-2017 karena pada periode tersebut terjadi perkembangan pemanfaatan ruang untuk pariwisata yang paling pesat. Berdasarkan hasil analisis terhadap fasilitas wisata, infrastruktur, dan kegiatan wisata pada periode tahun 2016-2017 dapat digambarkan bahwa pemanfaatan ruang sebagian besar berada di sisi timur kawasan Tebing Breksi dan melebar ke utara dan ke selatan. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya pemanfaatan ruang yang demikian adalah: pertama, semua fasilitas wisata, infrastruktur, dan kegiatan wisata berada pada wilayah tanah bengkok Lurah. Kedua, letak kegiatan dan fasilitas wisata dipengaruhi oleh kondisi geografis. Ketiga, beberapa fasilitas wisata tumbuh secara spontan di sepanjang jalan sirkulasi pengunjung. Keempat, beberapa fasilitas wisata tumbuh di titik kumpul pengunjung.
Tebing Beksi is a former mining area that has been designated as a geological heritage site currently used for tourism. A number of tourism destination components have occupied the spaces of the Tebing Beksi area so that the distribution of space around the Tebing Beksi has formed which forms certain patterns that are worthy of deeper understanding. Based on this, this research is important and needs to be done with the aim to: (a) identify the use of the area around the Tebing Beksi as a tourist area, (b) explore the factors that encourage the development of tour activities and the provision of tourist facilities and infrastructure, and (b) identify and formulate spatial patterns formed by activities and development / provision of tourism facilities and infrastructure. The study used a descriptive method which aims to make a description, picture or painting systematically, factually, and accurately regarding the use of space. The research locus is in Tebing Breksi, Nglengkong Hamlet, Sambirejo Village, DIY which is used for tourism activities. The data collected in this research are primary data obtained through direct observation and in-depth interviews and secondary data which include documents from stakeholders, results of previous studies, and physical artifacts. To compile the data analysis, a map of spatial use is used as a guide to see the condition of the research object spatially. This map basically has data on spatial conditions in the form of the location of the tourist destination components in Tebing Beksi area. Analysis and discussion were carried out on the use of space in the Tebing Breksi area that occurred in the period 2016-2017 because in that period there was the most rapid development of space utilization for tourism. Based on the results of an analysis of tourism facilities, infrastructure, and tourism activities in the period 2016-2017 it can be illustrated that the use of space is mostly located on the east side of the Tebing Beksi area and extends north and south. Factors that encourage the use of such space are: first, all tourist facilities, infrastructure, and tourism activities are in the crooked area of the Lurah. Second, the location of tourist activities and facilities is influenced by geographical conditions. Third, some tourist facilities grow spontaneously along the circulation path of visitors. Fourth, several tourist facilities grow at the visitors' gathering point.
Kata Kunci : pemanfaatan ruang, pariwisata, komponen destinasi wisata