INSIDENSI OBESITAS DALAM 7 TAHUN PERIODE PENELITIAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN AKTIVITAS FISIK (ANALISIS DATA IFLS 4 DAN 5)
FATIMAH ZAHRA BURHAN, Prof.dr.Madarina Julia, SpA(K),MPH,Ph.D ; Dr.Susetyowati, DCN,M.Kes
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik global. Asupan kalori dari makanan yang lebih besar dari pengeluaran energi untuk melakukan metabolisme dan aktivitas fisik menyebabkan obesitas. Literatur menunjukkan bahwa hubungan antara obesitas dan aktivitas fisik belum jelas dan belum ada penelitian longitudinal mengenai aktivitas fisik dan obesitas di Indonesia dan belum jelasnya hubungan antara aktivitas fisik dan obesitas Tujuan: Mengetahui tren obesitas penduduk usia 18-65 tahun di Indonesia dan hubungannya dengan aktivitas fisik berdasarkan data sekunder IFLS 4 dan 5. Materi dan Metode: Penelitian longitudinal prospektif menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey tahun 2007 (IFLS 4) dan tahun 2014 (IFLS 5). Sampel penelitian terdiri dari penduduk usia 18-65 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian: Prevalensi obesitas penduduk Indonesia usia 18-65 tahun pada penelitian ini meningkat dari 25,5 % pada tahun 2007 menjadi 38,9% pada tahun 2014. Laju insidensi obesitas setelah 7 tahun adalah 15,85%. Prevalensi responden yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah pada tahun 2007 sebesar 29,76% dan semakin meningkat pada tahun 2014 menjadi 42,97%. Sementara responden yang memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan tinggi hampir sama yaitu berturut-turut 35,46% dan 34,78% pada tahun 2007 dan menurun menjadi 34,78 dan 24,82% pada tahun 2014. Berdasarkan analisis data bivariat menggunakan kendall tau correlation didapatkan hasil bahwa status gizi pada tahun 2007 memiliki hubungan bermakna dengan perubahan aktivitas fisik dengan nilai p< 0,05 dan perubahan aktivitas fisik tahun 2007 ke tahun 2014 memiliki hubungan bermakna dengan perubahan status gizi dari tahun 2007 ke tahun 2014 dengan nilai p< 0,05. Kesimpulan: Terjadi tren peningkatan obesitas dan penurunan aktivitas fisik pada penduduk Indonesia usia 18-65 tahun berdasarkan analisis data sekunder IFLS 4 dan 5. Responden yang memiliki status gizi obesitas lebih mudah untuk mengalami penurunan tingkat aktivitas fisik. Perubahan aktivitas fisik memiliki hubungan bermakna dengan perubahan status gizi dari tahun 2007 ke tahun 2014.
Background: Obesity is a public health problem that is global epidemic. Calorie intake from food which is greater than energy expenditure for metabolism and physical activity causes obesity. The literature shows that the relationship between obesity and physical activity is unclear, some mention that there is a relationship between obesity and lack of physical activity and some others say there is no significant relationship, besides there is no longitudinal research on physical activity and obesity in Indonesia. Objective: To find out the trend of obesity of the population aged 18-65 years in Indonesia and its relationship with physical activity based on secondary data of IFLS 4 and 5. Method: This study used a retrospective cohort design using secondary data of the Indonesian Family Life Survey in 2007 (IFLS 4) and 2014 (IFLS 5). The sample size is 16.166 respondents aged 18-65 years who have data on physical activity, age, sex, weight, height education level, and location of residence in IFLS 4 and 5. Pregnant women were excluded from the study. Results: The prevalence of obesity in Indonesian population aged 18-65 increased from 25.5% in in 2007 became 38,9% in 2014. The incidence rate of obesity after 7 years was 15,85%. The prevalence of respondents who had a low level of physical activity in 2007 was 29.76% and increased in 2014 to 42.97%. While respondents who have moderate and high levels of physical activity are almost the same, respectively 35.46% and 34.78% in 2007 and decreased to 34.78 and 24.82% in 2014. Based on the analysis of bivariate data using kendall tau correlation results show that nutritional status has a significant relationship with changes in physical activity in 2007 to 2014 and changes in physical activity have a significant relationship with changes in nutritional status from 2007 to 2014 with a value of p <0.05. Conclusion: There is a trend of increasing obesity and decreased physical activity in Indonesian population aged 18-65 years based on secondary data analysis of IFLS 4 and 5. There is a significant relationship between nutritional status and changes in physical activity of respondents and there is a significant relationship between changes in physical activity with changes in nutritional status respondents longitudinally.
Kata Kunci : Obesitas; aktivitas fisik; insidensi; IFLS