Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non-Pertanian (Studi Kasus di Desa Nanganesa Kecamatan Ndona Kabipaten Ende)
GERALD N LEONIS, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTADesa merupakan suatu unit sosial penting dalam ruang hidup yang juga mengalami dinamikanya. Berbeda dengan kota, desa memberikan kita perpsektif tentang konstruksi nilai dan historis. Dengan perkembangan serta ledakan penduduk yang tidak terkontrol berdampak pula pada perubahan wajah desa. Kota yang padat memaksa penduduknya bermigrasi mencari lahan di desa. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai perubahan wajah desa akibat dari migrasi penduduk kota. Adapun tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan luasan alih fungsi lahan yang terjadi di desa Nanganesa. Alih fungsi lahan juga memberikan dampak dalam setiap sendi kehidupan masyarakat serta memantik kepedulian kepala desa dalam menata dan mengelola desanya demi menghindari ketidakteraturan. Di samping itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui respon masyarakat lokal yang paling terdampak dari alih fungsi lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini mengambil responden dari masyarakat awal, pendatang (penduduk kota) yang membangun hunian di desa, serta aparatur desa. Berdasarkan hasil penelitian, ada beragam dampak yang terjadi akibat dari migrasi penduduk kota ke desa. Bangunan hunian yang berbeda, kemapanan ekonomi yang lebih baik memberikan signal akan terjadi kesenjangan sosial di desa. Yang menarik adalah prinsip pembangunan Kepala Desa Nanganesa menyikapi kondisi Desanya.
The village is an important social unit in the living space which also experiences its dynamics. In contrast to cities, villages provide us with perspectives on value and historical construction. With the development and explosion of population that is not controlled also affects the change in the face of the village. A densely populated city forced its inhabitants to migrate to find land in the village. This study aims to make sense of changes in the face of the village as a result of migration of urban residents. Another purpose of this research is to document the extent of land conversion that occurred in Nanganesa village. Transfer of land functions also has an impact on every aspect of community life and triggers the concern of village heads in managing and managing their villages in order to avoid disorder. In addition, this study was conducted to determine the response of local communities most affected by land use change. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data collection is done by interview, observation and study of documents. This study took respondents from the initial community, migrants (city dwellers) who built dwellings in the village, as well as village officials. Based on the results of the study, there are a variety of impacts that occur due to migration of urban residents to villages. Different residential buildings, better economic establishment signals that social disparities will occur in the village. What is interesting is the principle of development of the Nanganesa Village Head in response to the condition of his village.
Kata Kunci : Desa, Alih Fungsi Lahan, Respon