Laporkan Masalah

KUALITAS VISUAL LANSKAP PADA DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU

INA TRAVELIA, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Pulau Tidung merupakan salah satu destinasi pariwisata yang masuk ke dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional di Indonesia (DPPN). Pulau Tidung termasuk pulau pemukiman yang memiliki luas daratan paling besar di Kepulauan Seribu. Sejak tahun 2010 dibuka sebagai destinasi wisata, kunjungan ke Pulau Tidung meningkat. Destinasi wisata alam akan dikunjungi banyak wisatawan saat kondisi lanskapnya terjaga. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini penting dan perlu dilakukan dengan tujuan untuk: (a) mendapatkan gambaran kondisi lanskap dilihat dari aspek visual di Pulau Tidung, dan (b) mengetahui kualitas visual lanskap yang berbasis pada konsep pariwisata berkelanjutan di Pulau Tidung. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu melakukan pengamatan langsung di lokasi penelitian kemudian dijelaskan fakta yang didapatkan di lapangan. Dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk mendapatkan persepsi responden terhadap view lanskap, yang meliputi beberapa langkah yaitu, (1) penentuan konsep, (2) penentuan vantage point atau vista, (3) pemotretan, (4) seleksi foto yang representatif, (5) pengecekan hasil responden (dalam hal ini adalah pengelola wisata dan penduduk lokal sebagai supply dan wisatawan sebagai demand), (6) pengujian SBE, dan (7) interpretasi, dan (8) rekomendasi. Parameter elemen lanskap yang diteliti adalah landform, tanaman, bangunan, pavement, site structure, dan air. Untuk prinsip kondisi visual lanskap dikaji berdasarkan view, vista, dan axis yang menjadi dasar dalam pengambilan gambar visual. Hasil studi yang didapatkan adalah: pertama, kualitas visual lanskap yang dinilai berdasarkan responden (pengelola wisata, penduduk lokal, dan wisatawan) terlihat memiliki kecenderungan yang sama, yaitu untuk nilai kualitas visual lanskap yang rendah merupakan wisata buatan, hal ini dikarenakan bentukan yang ada tidak didesain sesuai dengan kaidah-kaidah arsitektur (beauty, structure, dan function). Serta untuk kualitas visual lanskap yang tinggi adalah merupakan wisata alam yang memang menjadi ciri khas di wisata kepulauan, dalam hal ini untuk Pulau Tidung adalah Jembatan Cinta, yang menawarkan keindahan alam darat maupun lautnya, dimana elemen alami yang lebih dominan memiliki nilai keunikan tersendiri. Kedua, kondisi ekonomi, sosial, lingkungan di Pulau Tidung masih dalam tahap pengembangan. Dalam bidang ekonomi, masyarakat menggantungkan hidupnya di bidang pariwisata. Dalam bidang sosial, adanya kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat yaitu dengan mengembangkan budaya khas Pulau Tidung serta kegiatan gotong royong masyarakat dalam membersihkan lingkungan. Dan dalam bidang lingkungan terlihat sudah cukup terorganisir dengan adanya PPSU dan KLH sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan darat dan pantai di Pulau Tidung.

Tidung Island is one of ten National Tourism Destination Priorities which is a resident island that had the vastest land in Kepulauan Seribu and since open in 2010 as tourism destination, visits to the island has increased. Natural tourism destination will be visited by many tourists when the landscape is well maintained. By analyzing the sustainable landscape from virtual aspect, this research could be used as reference for various tourism area with identic character, which is economic and tourism, especially for ten National Tourism Destination Priorities. This reseach is important and needs to be done with the aim of: (a) acquire an overview of landscape condition seen from visual aspects of Tidung Island, and (b) acknowledge the visual quality of landscapes based on the concept of sustainable tourism in Tidung Island. This research used a descriptive qualitative method, which is a direct observation at the location of study and then explained the obtained facts. Scenic Beauty Estimation (SBE) method is used to see the visual quality assessment of the landscape with several steps, which is (1) determining the concept, (2) determining the vantage point or vista, (3) photography, (4) representative photo selection, (5) checking the results of the respondents (in this case tourist manager and local residents as supply and tourists as demand), (6) SBE testing, (7) interpretation and (8) recommendation. The parameters of the landscape elements studied were landform, plants, buildings, pavements, site structure and water. The principle of visual landscape conditions is studied based on view, Vista, and axis which are the basis in visual image taking. This research results are: first, respondent judgments on landscape visual quality seems to have similar tendency of low visual quality for artificial tourism due to the reason that it is not designed in accordance with architectural rules (beauty, structure, function). High landscape visual quality goes to natural tourism, a specialty for island tourism, in Tidung Island that include Jembatan Cinta, which offers a beautiful scenery of land and sea, where natural element dominantly has its own unique value. Second, the economic, environment and social aspects in Tidung Island are still in development. From economic aspect, local communities depend their life in tourism. From social aspect, routine activites are carry out by the communities which developing unique custom of Tidung Island as well as cooperation in cleaning the environment. And in environmental aspect, it seems that it has been quite organized with the existence of PPSU and KLH as the authority responsible for hygene of the land and beaches on Pulau Tidung.

Kata Kunci : keindahan, kualitas visual, pariwisata berkelanjutan, scenic beauty estimation, supply-demand

  1. S2-2019-320333-abstract.pdf  
  2. S2-2019-320333-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-320333-title.pdf