Laporkan Masalah

PENGARUH PUPUK DAUN NITROGEN-UREA DAN TINGKAT BIOFERT-PLUS® TERHADAP PRODUKSI DAN KECERNAAN IN VITRO RUMPUT RAJA PADA INTERVEL PEMOTONGAN 40 HARI

Sulanjari, Lilis Palupi, Ir. Bambang Suhartanto. DEA.

2000 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Lima belas petak tanaman rumput Raja masing-masing berukuran 2x3nr dibagi secara acak ke dalam lima macam perlakuan yaitu tanpa dipupuk sebagai kontrol, pupuk urea dengan dosis 2g N/l (2g N-urea/1), 2, 4 dan 6cc/l pupuk Biofert-plus Semua petak dipupuk dengan pupuk kandang dengan dosis lOton/ha/tahun serta urea, TSP dan KC1 masing-masing dengan dosis 200kg, 150kg, 150kg N-P-K/ha/tahun. Pemupukan melalui daun dilakukan 10 hari sekali pada pukul 09.00, dengan volume pemupukan 300ml/petak. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan rerata yang berbeda diuji dengan Duncan's New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan melalui daun dengan 2g N-urea/1 dan Biofert-plus® pada dosis 2, 4 dan 6cc/l belum mampu meningkatkan produksi bahan kering dan bahan organik rumput Raja. Produksi tertinggi dicapai pada perlakuan 2g N-urea/1 yaitu 2,41 dan 2,00ton/ha/panen berturut-turut untuk bahan kering dan bahan organik. Kecemaan bahan kering dan bahan organik in vitro rumput Raja pada pemupukan 2g N-urea/1 dan Biofertplus ® 6cc/l lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan kontrol (tanpa dipupuk). Kecemaan bahan kering dan bahan organik adalah 54,65 dan 54,60%; 53,92 dan 53,32%; 51,48 dan 50,95% berturut-turut untuk perlakuan 2g N-urea/1, Biofertplus 6cc/l dan kontrol (tanpa dipupuk). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemupukan melalui daun dengan 2g N-urea/1 dan Biofert-plus® sampai tingkat 6cc/l belum meningkatkan produksi bahan kering dan bahan organik rumput Raja tetapi meningkatkan kecemaan bahan kering dan bahan organik in vitro. (Kata Kunci : Rumput Raja, Pupuk daun, Produksi, Kecemaan in vitro)

Fifteen plots of 2x3m2 each with King grass randomly devided into 5 treatment groups were used in the experiment. The five treatments were : without fertilizer as control, 2g N-urea/1 fertilizer, 2, 4 and 6cc/l Biofert-plus® fertilizer. All the plots were fertilized with manure at level of lOton/ha/year and urea, TSP, potassium chloride at levels of 200-150-150kg N-P-K/ha/year, respectively. Foliar application fertilizer were done once in 10 days each plot as much as 300ml at 09.00 A.M. Data were analyzed with variance analysis then differences among means were tested with Duncan’s New Multiple Range Test. The results showed that fertilization through the leaves with 2g N-urea/1 and 2, 4, 6cc/l Biofert-plus® fertilizer did not increase dry and organic matter production of King grass. The highest production of dry and organic matter were 2,41 and 2,00ton/ha/defoliation, respectively, detected at 2g N-urea/1. Dry and organic matter in vitro digestibility at 2g N-urea/1 and 6cc/l Biofert-plus® fertilizer were significantly higher (P<0,05) than control (without fertilizer). Those were 54,65 and 54,60%; 53,92 and 53,32%; 51,48 and 50,95%, respectively. The conclusion were foliar application fertilizer with 2g N-urea/1 and Biofert-plus® up to 6cc/l did not increase dry and organic matter production of King grass, but increased dry and organic matter in vitro digestibility. (Key words : King grass, Foliar application fertilizer, Production, In vitro digestibility)

Kata Kunci : Rumput Raja, Pupuk daun, Produksi, Kecemaan in vitro

  1. S1-FPT-2000-LILISPALUPISULANJARI-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2000-LILISPALUPISULANJARI-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2000-LILISPALUPISULANJARI-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2000-LILISPALUPISULANJARI-title.pdf