Laporkan Masalah

Metode dan Teknik Penerjemahan Istilah Budaya dalam Novel Cantik itu Luka

DINI LUTHFIANI, Dr. Sajarwa, M.Hum

2019 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Penelitian ini membahas penerjemahan istilah budaya dalam novel Cantik Itu Luka dan novel terjemahannya, Beauty is a Wound. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode, teknik dan implikasi dari penerapan teknik dan metode tersebut. Tesis ini menggunakan teori Newmark (1988) untuk menganalisis metode penerjemahan yang ada dalam novel tersebut. Sementara itu, untuk menganalisis teknik penerjemahan peneliti menggunakan teori Molina & Albir (2002). Untuk mencapai tujuan penelitian peneliti menggunakan metode deskriptif komparatif yang dilakukan dengan membandingkan antara teks sumber dan teks sasaran. Data yang digunakan dalam penelitian ialah kata, frasa, dan klausa yang mengandung istilah budaya dalam novel Cantik itu Luka dan novel terjemahannya dalam Bahasa Inggris, Beauty is a Wound. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan ialah teknik padanan lazim sedangkan metode penerjemahan yang paling dominan ialah metode harfiah. Kategori budaya yang terbanyak ialah budaya material. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan teknik dan metode yakni budaya, pembaca, perbedaan bahasa, pengenalan istilah budaya, dan penerjemahan karya sastra. Dari teknik dan metode penerjemahan yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa dalam menerjemahkan istilah budaya penerjemah lebih cenderung mengacu ke BSu.

This research discusses the translation of cultural terms in the novel Cantik Itu Luka and its translation novel, Beauty is a Wound. This study aims to describe the methods, techniques and implications of applying techniques and methods. This thesis uses Newmark (1988) theory to analyze the translation methods in the novel. Meanwhile, to analyze translation techniques the researcher used theory of Molina & Albir (2002). To achieve the research objectives the researcher used a descriptive comparative method which was done by comparing between source text and the target text. The data used in the study are words, phrases, and clauses that contain cultural specific items in the novel Cantik itu Luka and its translation in English, Beauty is a Wound. The results of the study showed that the most widely used translation technique is the equivalent technique. While the most dominant translation method is literal method. The most cultural category is material culture. Factors that influence the use of techniques and methods are culture, readers, language differences, the introduction of cultural terms, and the translation of literary works. From the translation of techniques and methods , it can be concluded that in translating the cultural terms the translator is more likely to refer to source languuage.

Kata Kunci : penerjemahan, istilah budaya, metode penerjemahan, teknik penerjemahan

  1. S2-2019-419244-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419244-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419244-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419244-title.pdf