Rancang Bangun Aplikasi Perpajakan Bagi Startup Berbasis Cloud Computing Mengikuti Aturan Perundangan Pajak UMKM
SUPARDIANTO, Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T.; Selo, S.T., M.T., M. Sc., Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK ELEKTROStartup atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memperoleh penghasilan dari usaha perdagangan barang atau pengelolaan jasa, maka wajib dikenakan pajak. Nilai partisipasi UMKM laporan penerimaan pajak dalam surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya pemahaman mengenai perundangan pajak bagi UMKM, Startup tidak mencatat transaksi penjualan dari usahanya dan sulitnya menyediakan lampiran-lampiran dokumen yang dibutuhkan pada saat pelaporan SPT Tahunan Badan. Untuk memudahkan dan membantu Startup dalam melakukan pencatatan transaksi dan perpajakan maka perlu dirancang dan dibangun suatu aplikasi perpajakan bagi startup berbasis cloud dengan mengikuti dasar hukum perpajakan bagi UMKM yang berlaku di Indonesia. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah menggunakan model waterfall. Pada tahapan pengembangan akan dilakukan validasi dan verifikasi, proses tersebut bertujuan untuk menjamin kualitas dari suatu aplikasi. Untuk memvalidasi fungsional aplikasi, maka aplikasi diuji dengan membuat Minimum Viable Product (MVP) dan melakukan evaluasi testing terhadap aplikasi. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan System Usability Scale (SUS) , evaluasi resiko keamanan dengan metode Damage Potential, Reproducibilty, Exploitability, Affected User, Discoverability (DREAD), dan evaluasi berdasarkan aplikasi sejenis. Hasil evaluasi berdasarkan SUS menunjukan bahwa aplikasi memiliki tingkat yang baik dan dapat diterima oleh pengguna dengan nilai rata-rata 74,3. Sedangkan hasil evaluasi penilaian resiko keamanan dengan metode DREAD menunjukan bahwa aplikasi memiliki rating resiko ancaman yaitu sedang, dan hasil evaluasi berdasarkan aplikasi sejenis menunjukan bahwa aplikasi memiliki keunggulan dibandingkan aplikasi lain yaitu pada fitur penambahan peraturan pajak dan memberikan informasi omset transaksi dalam bentuk grafik.
Startups or Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) that earn income must be taxed. The value of MSME participation in the tax revenue report in the annual tax notification is still low. That problem by several factors such as a lack of understanding of tax legislation for MSMEs, Startups did not record sales transactions from their businesses and found it challenging to provide the document attachments needed at the time of reporting of the Annual Reporting Tax. That to facilitate and assist Startup in recording transactions and taxation, it is necessary to design and build a cloud-based startup taxation application by following the taxation legal basis for MSMEs in force in Indonesia. The system development method used is Software Development Life Cycle (SDLC) using the waterfall model. At the development stage validation and verification will be carried out, the process aims to guarantee the quality of an application. That to validate the practical application, the application is testing by creating a Minimum Viable Product (MVP). So conducting testing evaluations of applications, evaluation do with the SUS (System Usability Scale) approach, security risk evaluation with the Damage Potential, Reproducibilty, Exploitability, Affected User, Discoverability (DREAD) method, and evaluation based on similar application. The evaluation results based on the SUS show that the application has the right level and can be accepted by users with an average value of 74,3. Whereas the results of the evaluation of security risk assessment using the DREAD method show that the application has a moderate risk rating. The evaluation results based on similar application show that the application has advantages over other applications, i.e., the feature of adding tax regulations and providing transaction turnover information in graphical form.
Kata Kunci : Startup, PPh Final, SDLC, waterfall, MVP, SUS, DREAD