HUBUNGAN OBESITAS DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA PEREMPUAN DI KOTA BANJARMASIN
AZIZZIAH DJAILANI, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, S.pOG(K)., MPH., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Aspek penting yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah fungsi seksual. Kondisi hiperlipidimia pada perempuan obesitas akan mengakibatkan arteriklerosis pada iliohipogastri dan pudenda arteri yang meyebabkan gangguan aliran darah ke genitalia terutama dinding vagina selain itu gangguan keseimbangan hormon terutama ostradiol yang mengandung estrogen pada perempuan obesitas dapat mengganggu dalam mempertahankan integritas mukosa epitel vagina yang dapat mengarah kepada disfungsi seksual. Tujuan: Mengetahui hubungan obesitas dengan disfungsi seksual pada perempuan. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Variabel terikat yaitu disfungsi seksual dan variabel bebas yaitu obesitas. Sampel penelitian yaitu perempuan yang belum menopause dan sedang menikah atau dalam ikatan perkawinan sebanyak 192 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FSFI (Female Sexual Function Index). Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square dan analisis multivariat dengan uji logistic regression dengan tingkat kepercayaan 95% p-value < 0,05. Hasil: Ibu yang mengalami disfungsi seksual sebesar 46%. Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan disfungsi seksual perempuan (OR 3.9 CI 95% 1.94-8.13). Pada analisis bivariat obesitas, status ekonomi, paritas, diabetes melitus, dan body image signifikan berhubungan dengan disfungsi seksual (p<0,05). Pada analisis multivariat obesitas, status ekonomi, dan body image signifikan berhubungan dengan disfungsi seksual. Ditemukan interaksi antara obesitas dengan body image negatif. Kesimpulan: Ibu yang obesitas, status ekonomi rendah, grandemultipara, menderita diabetes melitus dan memiliki body image negatif beresiko mengalami disfungsi seksual.
Background: One of important aspect to quality of life is sexual function. The condition of hyperlipedimia in obes women results artericlirosis of iliohipogastri and pudendal arterial causing disruption of blood flow to genitalia especially the vagina wall and disorder of hormonal balance especially ostradiol containing estrogen in obes women can interfere with maintaining the integrity mucosal evitel of he vaginal that may lead to sexual dysfunction. Objective: Finding out association of obesity with sexual dysfunction in women. Method: This research used a cross sectional study design. The dependent variable of this study sexual dysfunction and the independent variable of this study obesity. The research sample was 192 married women and not menopause. Data collection used FSFI (Female Sexual Function Index) questionnaire. Bivariate analysis used chi-square statistical test and multivariate analysis with logistic regression test with a confidence level of 95% p-value <0.05. Result: Mothers who experience sexual dysfunction amounted to 46%. There is a significant association between obesity and female sexual dysfunction (OR 3.9 CI 95% 1.94-8.13). In bivariate analysis obesity, economic status, parity, diabetes mellitus, and body image are significantly related to sexual dysfunction (p <0.05). In multivariate analysis obesity, body image, and economic status are significantly related to sexual dysfunction and found an interaction between obesity with negative body image. Conclusion: Obese mother, low economic status, grande multiparity, suffering from diabetes mellitus and having a negative body image are at risk of experiencing sexual dysfunction.
Kata Kunci : Obesitas, Disfungsi Seksual, Obesity, sexual dysfunction, FSFI