Pengaruh Faktor Sosial Demografi terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Indonesia
NUGROHO BAGUS W, Dr. Sri Rum Giyarsih , S.Si, M.Si ; Prof. Bakti Setiawan ,M.Sc.,Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANKehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan hidup. Manusia membutuhkan lingkungan hidup untuk mendukung kehidupannya di muka bumi ini, misalnya oksigen untuk bernapas, air bersih untuk minum, produk tumbuhan dan hewan untuk makan. Ketergantungan manusia terhadap lingkungan hidup seharusnya diikuti oleh kepedulian terhadap lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana perilaku peduli lingkungan hidup pada tingkat rumah tangga serta faktor-faktor sosial demografi yang mempengaruhi tingkat perilaku peduli lingkungan hidup rumah tangga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Ketahanan Sosial September Tahun 2017. Perilaku peduli lingkungan hidup diukur melalui lima dimensi dengan 27 indikator perilaku rumah tangga. Pengaruh faktor sosial demografi terhadap tingkat perilaku peduli lingkungan hidup rumah tangga diestimasi dengan menggunakan ordered logistic regression. Hasil penelitian menemukan bahwa rumah tangga di Indonesia yang perilaku peduli lingkungan hidupnya masih rendah mencapai 47,82 persen, dimana 62,60 persen di antaranya tinggal di daerah perkotaan. Jika dilihat menurut dimensi penyusun, dimensi pengurangan sampah menjadi dimensi terendah dengan skor 6,53. Perilaku peduli lingkungan hidup rumah tangga secara signifikan dipengaruhi oleh faktor sosial demografi antara lain jenis kelamin kepala rumah tangga , jumlah anggota rumah tangga, umur kepala rumah tangga, pendapatan rumah tangga, pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, pengetahuan tentang lingkungan kepala rumah tangga atau pasangannya, dan daerah tempat tinggal. Perilaku peduli lingkungan hidup rumah tangga cenderung semakin membaik seiring bertambahnya umur kepala rumah tangga, meningkatnya pengetahuan tentang lingkungan kepala rumah tangga, rumah tangga yang beranggotakan 1 sampai dengan 4 orang, dan rumah tangga yang tinggal di daerah perdesaan.
Human life cannot be separated from the environment. Humans need the environment to support their lives on this earth, for example oxygen to breathe, clean water to drink, plant and animal products to eat. Human dependence on the environment should be followed by concern for the environment. This study aims to analyze pro-environmental behaviors at the household level as well as social demographic factors that influence the level of pro-environmental behavior of households in Indonesia. This study uses secondary data sourced from the National Social Economic Survey of the Social Security Module in September 2017. The pro-environmental behavior is measured through five dimensions with 27 indicators of household behavior. The influence of social demographic factors on pro-environmental behavior of the household is estimated by using ordered logistic regression. The results of the study found that households in Indonesia whose environmental care behavior was still low reached 47.82 percent, of which 62.60 percent lived in urban areas. If viewed according to the constituent dimensions, the dimensions of waste reduction become the lowest dimension with a score of 6.53. Pro-environmental behavior of households is significantly influenced by social demographic factors including the sex of the head of the household, number of household members, age of the head of household, household income, highest education of the head of household, environmental knowledge of the head of the household or his spouse, and the area of residence. Pro-environmental behavior of household tends to improve with increasing age of the head of the household, increased environmental knowledge of the head of the household, households with members of 1 to 4 people, and households living in rural areas.
Kata Kunci : Pro-lingkungan, Pengetahuan tentang lingkungan, Perilaku lingkungan, regresi ordinal logistik, polusi, Pro-environment , Environmental knowledge , Environmental behavior , ordered logistic regression , pollution