Determinan Instabilitas Perkawinan Di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Tahun 2017
ANDRIES KURNIAWAN, Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si.; Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.
2019 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANPenelitian ini mengkaji mengenai determinan instabilitas dalam perkawinan di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Tahun 2017. Tingginya perceraian yang terjadi di Kabupaten Indramayu terutama Kecamatan Balongan yang memegang peringkat pertama persentase perceraian terhadap pernikahan nikah yang mencapai 66,04% di Kabupaten Indramayu menjadi persoalan tersendiri yang perlu dicari jalan keluarnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji aspek sosial demografi instabilitas perkawinan (2) menganalisis faktor-faktor penyebab instabilitas perkawinan (3) mengetahui strategi pencegahan instabilitas perkawinan. Metode yang digunakan adalah mix method, yaitu melalui pengumpulan, analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis deskriptif meliputi variabel sosial demografi ekonomi untuk melihat gambaran kondisi sosial demografi dari pemohon/penggugat cerai, analisis inferensial menggunakan regresi logistik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi, untuk mengetahui strategi pencegahan perceraian menggunakan analisis SWOT. Karakteristik keluarga yang mengalami instabilitas dalam perkawinan didominasi oleh kelompok umur (15-30 tahun) dan (30-45 tahun), dengan lama ikatan perkawinan kurang dari 10 tahun atau sebesar 80 persen, berpendidikan masih rendah kurang dari 10 persen yang memiliki ijazah universitas, belum atau tidak memiliki anak sekitar 40 persen mengalami instabilitas dalam perkawinannya, dan berpenghasilan rendah. Instabilitas perkawinan secara simultan dipengaruhi oleh faktor umur saat menikah laki-laki dan perempuan, pendidikan laki-laki dan perempuan, status pekerjaan laki-laki dan perempuan, pendapatan laki-laki dan perempuan, kejadian KDRT, kejadian perselingkuhan, dan kejadian poligami dengan nilai signifikansi sebesar 0.021. Strategi untuk mencegah terjadinya instabilitas dalam perkawinan dengan menggunakan strategi kekuatan untuk memanfaatkan peluang, meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang, menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman, meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman yang dilakukan bersama-sama oleh suami istri.
This study examines the determinants of marital instability in Balongan Subdistrict, Indramayu Regency in 2017. The high divorce that occurred in Indramayu District, especially Balongan Subdistrict, which holds the first rank percentage of marriage divorce reaching 66.04% in Indramayu Regency is a separate issue to look for way out. The purpose of this study is (1) to examine the social aspects of marital instability (2) to analyze the factors that cause marital instability (3) to find out strategies to prevent marital instability. The method used is the mix method, which is through collecting, analyzing quantitative and qualitative data. Descriptive analysis includes social economic demographic variables to see an overview of the social demographic conditions of divorced applicants / plaintiffs, inferential analysis using logistic regression to determine the influencing factors, to determine divorce prevention strategies using SWOT analysis. The characteristics of families experiencing instability in marriage are dominated by the age group (15-30 years) and (30-45 years), with the length of marriage bond is less than 10 years or 80 percent, educated is still low, less than 10 percent have a university diploma. not yet or not having children about 40 percent experience instability in their marriages, and low income. The simultaneous instability of marriage is influenced by the age factor at the time of marriage of men and women, the education of men and women, the employment status of men and women, the income of men and women, the incidence of domestic violence, the incidence of infidelity, and the incidence of polygamy with significance amounting to 0.021. Strategies to prevent instability in marriage by using force strategies to take advantage of opportunities, minimize weaknesses and take advantage of opportunities, use force to overcome threats, minimize weaknesses to avoid threats carried out jointly by husband and wife.
Kata Kunci : perkawinan, instabilitas, perceraian, gugat cerai, strategi, marriage, instability, divorce, divorce, strategy