CURAHAN WAKTU KERJA, PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN
ADISA PUTRA JAYA, Dwidjono Hadi Darwanto, Lestari Rahayu Waluyati
2019 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisCabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Komoditas cabai merah diproduksi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Yogyakarta yang merupakan provinsi terkecil ke-dua di Indonesia, juga terus berupaya untuk meningkatkan produksi cabai merah sekaligus menjadikan usahatani cabai merah sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat petani yang ada. Pendapatan dari usahatani cabai merah dapat terus ditingkatkan apabila faktor-faktor produksi yang digunakan berada pada kondisi efisien. Dalam kegiatannya, usahatani cabai merah merupakan salah satu kegiatan usahatani yang menyerap banyak penggunaan tenaga kerja. Tujuan dalam penelitian ini untuk (1) Mengetahui faktor yang mempengaruhi produksi cabai merah. (2) Mengetahui efisiensi alokatif faktor produksi cabai merah. (3) Mengetahui faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja dalam keluarga petani cabai merah. (4) Mengetahui kelayakan usahatani cabai merah berdasarkan produktivitas tenaga kerja. (5) Mengetahui pendapatan dan keuntungan serta kontribusi pendapatan yang dihasilkan dari usahatani terhadap pendapatan rumah tangga petani cabai merah di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Jumlah responden yang dipilih dalam penelitian adalah sebanyak 60 responden dengan metode Proporsional random sampling. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Provinsi D.I Yogyakarta. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisisi fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif , indeks produktivitas tenaga kerja dan analisis finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan berpengaruh negatif dan penggunaan benih, pupuk kandang, insektisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi. Analisisi efisiensi alokatif menunjukkan bahwa penggunaan lahan tidak efisien dan penggunaan benih, pupuk kandang, insektisida dan tenaga kerja belum efisien. Faktor yang mempengaruhi curahan waktu tenaga kerja dalam keluarga adalah penggunaan luas lahan, pendidikan dan upah riil. Usahatani cabai merah di Kecamatan Pakem layak diusahakan berdasarkan indeks produktivitas tenaga kerja. Pendapatan usahatani cabai merah adalah Rp. 5.095.697,06 dengan keuntungan sebesar Rp. 2.507.539,49 per musim, sedangkan kontribusi pendapatan usahatani cabai merah terhadap pendapatan rumah tangga petani tergolong kecil yaitu sebesar 34,52 persen.
Chili is one of Indonesia's leading horticultural commodities. Chili commodities are produced in all provinces in Indonesia. Yogyakarta is the second smallest province in Indonesia, striving to increase production while making chili cultivating as a source of income for farmers. Revenues from chili cultivating can be increased if the production factors used are in an efficient condition. Cultivating chili is one of the activities that absorbs a lot of labor use. The purpose of this study is to (1) determine the factors that influence chili production. (2) analyze the allocative efficiency of chili production factors. (3) determine the factors that influence the working time allocation in chili cultivating families. (4) measure the feasibility of chili cultivating based on labor productivity. (5) measure the income, profits and the income contribution of chili cultivating income relative to the farmer households income in Pakem District, Sleman regency. The number of respondents in this study were 60 respondents with the proportional random sampling method. The research was carried in Pakem District, Sleman Regency, D.I Yogyakarta Province. The Cobb-Douglas production functions analysis, allocative efficiency analysis, labor productivity index and financial analysis were employed in this study. The results of the analysis show that land area has negatively influence and use of seeds, manure, insecticides and labor have a significant on production. Analysis of allocative efficiency shows that land use is inefficient and the use of seeds, manure, insecticides and labor is not yet efficient. Factors that influence the working time allocation for labor in the family are the land area, education and real wages. Chili cultivating is feasible to be employed in Pakem District based on the labor productivity index. The income of chili farming is Rp. 5,095,697.06, the profit for cultivating chili is Rp. 2,507,539.49 per season and the income contribution for chili farming income relative to farmer household income is relatively small, in account of 34.52 percent.
Kata Kunci : Chili, Cobb-Douglas production functions, allocative efficiency, labor productivity, income