Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Konsentrasi Awal Stronsiumd Suhu Awal Larutan pada Adsorpsi Stronsium dalam Limbah Radioaktif dengan Adsorben Zn4O(BDC)3

IRFAN FAHMUDDIN MA'RUF, Ir. Susetyo Hario Putero, M.Eng ; Ir. Anung Muharini, M.T.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIR

Limbah radioaktif umumnya berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir seperti dari pembangkit listrik maupun pemanfaataan di bidang industri dan kedokteran. Terdapat beberapa limbah radioaktif seperti 133Cs, 137Cs, dan 90Sr yang masih dapat digunakan dan perlu dilakukan pemisahan apabila limbah radioaktif tersebut tercampur ke dalam aliran sungai. 90Sr diketahui memiliki yield yang cukup tinggi sehingga dapat membahayakan apabila terkonsumsi dan terakumulasi dalam tubuh. Stronsium-90 perlu dilakukan proses adsorpsi dengan menggunakan adsorben Zn4O(BDC)3 Zn4O(BDC)3 merupakan kristal berupa kubus yang memiliki rongga dan menyebabkan luas permukaan Zn4O(BDC)3 menjadi sangat besar dan sangat baik digunakan sebagai adsorben. Hasil sintesis Zn4O(BDC)3 kemudian dilakukan uji karakterisasi menggunakan SEM, XRD, BET, dan FTIR. Kemudian apabila telah sesuai maka dapat dilakukan proses adsorpsi. Proses adsorpsi dilakukan dengan melakukan pencuplikan terhadap larutan stronsium yang telah dimasukkan Zn4O(BDC)3 25 mg dengan variasi konsentrasi larutan stronsium 25 ppm, 50 ppm, dan 100 ppm dan variasi suhu pada 27°C, 35°C, dan 45°C sebanyak 7 kali pada masing-masing variasi saat menit ke 10, 20, 30, 40, 60, 90, dan 120 yang kemudian akan diuji dengan metode AAS. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Zn4O(BDC)3 dapat digunakan sebagai adsorben untuk stronsium. Semakin tinggi konsentrasi maka stronsium yang terserap akan semakin tinggi juga. Efisiensi adsorpsi akan semakin tinggi apabila konsentrasi semakin rendah. Apabila suhu naik, maka efisiensi adsorpsi akan semakin tinggi juga dan pengaruh perubahan suhu akan semakin terlihat jelas apabila konsentrasi yang digunakan semakin rendah.

Radioactive waste generally comes from every utilization of nuclear power such as power plants and utilization in industrial and medical fields. There are several radioactive wastes such as 133Cs, 137Cs, and 90Sr which can still be used and need to be separated if the radioactive waste is mixed into the river flow. Strontium-90 is known to have a high enough yield so it can be dangerous if consumed and accumulates in the body. therefore 90Sr needs to be carried out by the adsorption process using the Zn4O(BDC)3 adsorbent 3. Zn4O(BDC)3 is a crystal in the form of a cube that has a cavity and causes the surface area of Zn4O(BDC)3 to be very large and very well used as an adsorbent. The synthesis results of Zn4O(BDC)3 then carried out characterization tests using SEM, XRD, BET, and FTIR. Then if it is appropriate, the adsorption process can be carried out. The adsorption process is carried out by sampling the solution of strontium which has been inserted Zn4O(BDC)3 25 mg with a variety of concentrations of strontium solution 25 ppm, 50 ppm and 100 ppm and temperature variations at 27 ° C, 35 ° C, and 45 ° C as much 7 times in each variation when the 10th, 20th, 30th, 40th, 60th, 90th and 120th minute are then tested by the AAS method. The experimental results represent that Zn4O(BDC)3 can be used as an adsorbent for strontium. The higher the concentration, the higher the strontium absorbed. The adsorption efficiency will be higher if the concentration gets lower. If the temperature rises, the adsorption efficiency will be higher and the effect of temperature changes will be increasingly apparent if the concentration is getting lower.

Kata Kunci : konsentrasi, adsorpsi, limbah radioaktif, Zn4O(BDC)3

  1. S1-2019-363881-abstract.pdf  
  2. S1-2019-363881-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-363881-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-363881-title.pdf