KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN SOSIO DEMOGRAFI HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1 - 5 TAHUN (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah)
LA ABDULLAH LAODE W, Dr. Toto Sudargo, S.K.M., M.Kes.;Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALKetahanan pangan keluarga adalah terpenuhinya pangan dalam keluarga yang cukup baik kualitas maupun kuantitas secara terus menerus, sedangkan sosio demografi adalah struktur dan proses penduduk di suatu wilayah dimana didalamnya terjadi proses dan perubahan sosial. Ketidaktahanan pangan dan kondisi sosio demografi yang rendah akan berpengaruh terhadap gizi yang di konsumsi tidak sesuai dengan porsinya dan berakibat buruknya kesehatan masyarakat dan keluarga. Kondisi ini akan melahirkan generasi kurang berkualitas dan menjadi ancaman bagi ketahanan nasional di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hubungan antara ketahanan pangan keluarga, sosio demografi (status pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua, pengetahuan gizi orang tua dan usia orang tua) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bandar Harjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang (2) untuk mengkaji upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sosio demografi dalam penanggulangan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif serta kualitatif dengan metode Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua (ibu/bapak) dari anak usia 1-5 tahun yang mengalami kejadian stunting, sedangkan sebagai pembanding adalah orang tua dari anak usia 1-5 tahun yang tidak mengalami kejadian stunting (anak normal) sebagai pembanding. Sampel penelitian diambil secara acak sederhana. Metode analisis yang disajikan adalah analisis univariat secara deskriptif, analisis bivariat dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden berada dalam kategori rawan pangan sekitar 22,8%, rentan pangan sekitar 6,2%, kategori tahan pangan sekitar 16,7% dan kategori kurang pangan sekitar 54,5%. Dari hasil uji Spearman Correlation adalah (1) Adanya hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Approx. Sig.= 0,000 < 0,05. (2) Adanya hubungan yang signifikan antara sosio demografi dengan kejadian stunting pada status pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga dan pengetahuan gizi orang tua yang ditunjukkan dengan nilai Approx. Sig. < 0,05. (pekerjaan bapak = 0,010, pendapatan keluarga = 0,005 dan pengetahuan gizi = 0,028). Sedangkan hubungan pendidikan orang tua, dan usia orang tua dengan kejadian stunting tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan dari nilai Approx. Sig. > 0,05 (pendidikan ibu = 0,947/bapak = 0,272; usia orang tua bapak = 0,395/ibu = 0,259). Upaya-upaya pencegahan terjadinya stunting diantaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) didukung peningkatan ketahanan pangan keluarga, sosio demografi dan upaya mengatasi hambatan yang ada dengan mengoptimalkan regulasi Pemerintah ke Masyarakat, meningkatkan pola hidup sehat, meningkatkan infrastruktur wilayah dan tersedianya tenaga serta fasilitas kesehatan yang memadai sehingga kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo dapat diminimalisir.
Family food security is the fulfillment of food in the family that is both good quality and quantity continuously, while socio-demography is the structure and process of the population in an area where processes and social change occur. Food insecurity and low socio-demographic conditions will affect nutrition consumed not in accordance with its portion and result in poor health for the community and family. This condition will give birth to a generation of less quality and become a threat to national security in the future. The purpose of this study was (1) to determine the relationship between family food security, socio-demographic (parental employment status, family income, parental education, knowledge of nutrition of parents and parents) with the incidence of stunting in children aged 1-5 years in the work area of Bandarharjo Community Health Center, North Semarang District, Semarang City (2) to examine efforts to improve family food security, socio-demographic in the prevention of stunting in children aged 1-5 years in the work area of Bandarharjo Health Center, North Semarang District, Semarang City. This research is a quantitative and qualitative descriptive study using the Case Control method. The population in this study were parents (mothers / fathers) of children aged 1-5 years who experienced stunting, while as a comparison were parents of children aged 1-5 years who did not experience stunting (normal children) as a comparison. The research sample was taken by simple random sampling. The analytical method presented is descriptive univariate analysis, bivariate analysis and qualitative data analysis. The results showed that some of the respondents were in the category of food insecurity of about 22.8%, food security was around 6.2%, food security category was around 16.7% and food insecurity category was around 54.5%. From the results of the Spearman Correlation test are (1) There is a significant relationship between family food security and the incidence of stunting. This is indicated by the value of Approx. Sig. = 0,000 <0,05. (2) There is a significant relationship between socio-demographic and stunting events in the work status of parents, family income and knowledge of parental nutrition as indicated by the value of Approx. Sig. <0.05. (father's job = 0.010, family income = 0.005 and nutrition knowledge = 0.028). While the relationship between parent education and the age of parents with the incidence of stunting is not significant. This is indicated by the value of Approx. Sig. > 0.05 (mother's education = 0.947 / father = 0.272; age of father's parents = 0.395 / mother = 0.259). Efforts to prevent stunting include the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK), Supplementary Food Delivery (PMT), and 1000 First Days of Life (HPK) supported by increased family food security, socio-demography and efforts to overcome existing obstacles by optimizing Government regulation to the community, improve healthy lifestyles, improve regional infrastructure and provide adequate personnel and health facilities so that the incidence of stunting in children aged 1-5 years in the work area of Bandarharjo Health Center can be minimized..
Kata Kunci : Ketahanan pangan keluarga, sosio demografi, stunting, Family food security, socio-demographic, stunting