STRATEGI PEMBERDAYAAN PIAT TERHADAP KEBERLANJUTAN KELOMPOK WANITA TANI MAHKOTA DAUN
Aldita Cindy Arfidiandra, Nurhadi, S.Sos., M.Si. Ph.D
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan PIAT terhadap keberlanjutan KWT Mahkota Daun. Meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat petani merupakan upaya yang terus dilakukan pemerintah Indonesia dalam pembangunan sektor pertanian. Berdasarkan pedoman pembentukan kelembagaan petani, maka dibentuk kelompok wanita tani yang merupakan salah satu bentuk dari kelembagaan tani dengan subjek para perempuan yang hidup di desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang pada akhirnya menambah pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dari PIAT terhadap keberlanjutan KWT Mahkota Daun melalui pendekatan pemberdayaan. Dengan melihat kedudukan perempuan dalam pembangunan, bertujuan mewujudkan kemandirian perempuan yang diawali dengan tercapainya kesejahteraan perempuan itu sendiri untuk membuka akses menuju tahapan yang multidimensional mengacu pada konsep tahapan pemberdayaan perempuan menurut Sara Longwe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu-ibu anggota KWT Mahkota Daun serta PIAT UGM sebagai aktor eksternal yang mendampingi keberlangsungan KWT Mahkota Daun. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipan. Adapun pengambilan informan atau sumber data yaitu menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan informan yang didasarkan atas pertimbangan kedalaman informasi dari delapan anggota KWT Mahkota Daun dan dua perwakilan dari PIAT. Teknik verifikasi keabsahan data menggunakan triangulasi data. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah terdapat empat strategi oleh PIAT dalam keberlanjutan KWT Mahkota Daun. Alur perencanaan yang cenderung top down merupakan strategi bagi keberlanjutan KWT Mahkota Daun berangkat dari konsep kebermanfaatan sosial dari institusi penelitian, pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Ikatan solidaritas sebagai kunci dari eksistensi KWT Mahkota Daun dimana solidaritas sebagai strategi untuk mempertahankan keberlangsungan KWT Mahkota Daun. Pertnership atau kemitraan sebagai strategi dengan adanya fungsi kontrol, branding dan networking dari PIAT dalam pengembangan usaha KWT Mahkota Daun. Strategi yang terakhir adalah terkait dengan jaminan peluang usaha sebagai komitmen dari PIAT sebagai pendamping bagi KWT Mahkota Daun sebagai aspek keberlanjutan proses pemberdayaan.
This research aims to describe PIATs empowerment strategy towards the sustainability of KWT Mahkota Daun. Improving the welfare of farmer groups is an ongoing effort by the Indonesian government in the development of the agricultural sector. Based on the guideline for the establishment of farmer institutions, a women's farmer group was formed which is one form of institutional farming with the subjects of women living in the village to increase agricultural productivity and their income. This research describes the strategy of PIAT on the sustainability of KWT Mahkota Daun through an empowerment approach By looking at the position of women in development, the aim is to realize women's independence which begins with the achievement of women's own welfare to open access to the multidimensional stages refers to the concept of women's empowerment stages according to Sara Longwe. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The subjects were members of the KWT Mahkota Daun and PIAT as a external actors who accompanied KWT Mahkota Daun. Data collecting is done by in-depth interviews and participant observation. The retrieval of data sources is using purposive sampling, namely the informant retrieval technique which is based on the depth of information from eight members of KWT Mahkota Daun and two representatives from PIAT. The technique of verifying the validity of data is done by data triangulation. The result in this research are four strategies by PIAT in the sustainability of KWT Mahkota Daun. Strategic planning with a top down approach is a strategy for the sustainibility of KWT Mahkota Daun that departs from the social usability concept of research, development and community service institutions.. The bond of solidarity is the key to the existence of Mahkota Daun KWT where solidarity is a strategy to maintain the continuity of the KWT Mahkota Daun. Partnership as a strategy with the function of control, branding and networking from PIAT in business development KWT Mahkota Daun. The last strategy is related to business opportunities as a commitment from PIAT as a companion to KWT Mahkota Daun as an sustainability aspect of the empowerment process.
Kata Kunci : strategi pemberdayaan, keberlanjutan, aktor eksternal, empowerment strategy, sustainibility, external actors