Laporkan Masalah

REDEFINISI SEJARAH DALAM KINDRED KARYA OCTAVIA BUTLER KAJIAN POSTMEMORY

HARIS WIDYANTORO, Prof. Dr. Faruk, S.U.

2019 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Peristiwa perbudakan di Amerika Serikat telah menjadi sejarah kelam bagi masyarakat Amerika Serikat yang terutama bagi warga keturunan kulit hitam. Dalam peristiwa tersebut ragam penyiksaan, persekusi, perkosaan, penjualan manusia, bahkan pembunuhan telah dilakukan oleh warga keturunan kulit putih kepada orang-orang kulit hitam selama periode tersebut. Sebagai dampak dari peristiwa perbudakan, di dalam ranah sastra, muncul pula karya atau literatur berbentuk slave narrative yang umumnya berisi testimoni dan pengalaman kelam orang-orang kulit hitam yang mengalami langsung menjadi budak. Pasca dihapuskannya perbudakan, karya sastra mengenai perbudakan itu sendiri masih tetap bermunculan. Salah satu dari karya tersebut adalah novel berjudul Kindred karya Octavia Butler yang sering disebut sebagai neo slave narrative. Berbeda dengan slave narrative pada umunya yang ditulis oleh yang mengalami langsung peristiwa perbudakan, Butler yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut mampu menggambarkan karyanya seolah-olah ia mengalaminya secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan struktur transmisi trauma yang diperoleh Butler dalam proses kreatifnya menulis karya Kindred. Selanjutnya, penelitian ini juga akan mengungkap proses identifikasi diri Butler setelah mendapatkan transmisi trauma yang dapat terlihat di dalam karya sebagi bentuk rekonstruksi. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Postmemory dari Marianne Hirsch. Postmemory sendiri berusaha melihat hubungan antara generasi pertama yang memiliki memori atas peristiwa traumatik yang masif dengan generasi kedua atau setelahnya yang tidak mengalami peristiwa tersebut. Hubungan tersebut dapat dilihat dari adanya transmisi memori trauma antara dua generasi tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Butler dalam proses kreatifnya menulis Kindred tidak memiliki transmisi familial yang ideal. Transmisi trauma yang lebih dominan adalah melalui transmisi affiliatif yang berupa pembacaan arsip publik, slave narrative, serta perjalanan kembali ke situs-situs bekas perbudakan. Dengan dominasi transmisi yang affilatif membuat Butler lebih leluasa dalam melakukan identifikasi secara heteropathic. Identifikasi yang heteropathic juga ia tunjukan melalui redefinisi sejarah dengan menciptaan karakter kulit hitam yang lebih aktif dan cerdas dan tidak semata-mata diinfantilisasi atau tidak berdaya terhadap perpetrator.

Slavery in United States has become a dark history for the United States� citizen, especially for black people. There are various forms of torture, persecution, rape, human trafficking, even murder which had been carried out by white people to black people during that period. As a result of slavery, in the literary field, slave narrative appeared. It is generally contained testimonials and dark experiences of black people who experienced direct slavery. After the abolition of slavery, literary works on slavery itself continued to emerge. One of those works is a novel entitled Kindred by Octavia Butler who is known as neo slave narrative. Differ from slave narratives in general which are written by those who experience direct slavery, Butler, who did not experience the crime directly, was able to describe her work as if she experienced it directly. This study aims to reveal the trauma�s transmissions� structure obtained by Butler in the creative process in writing Kindred. Furthermore, this study will also reveal the process of self-identification of Butler after getting a trauma�s transmission that can be seen in the work as a form of reconstruction. The theoretical framework used in this study is Postmemory from Marianne Hirsch. Postmemory itself tries to see the relationship between the first generation who had a memory of a massive traumatic event with the second generation or after that did not experience the event. This relationship could be seen from the trauma memory transmission between the two generations. The results of this study indicate that Butler in her creative process writing Kindred did not have an ideal familial transmission. The more dominant transmission of trauma is through affiliative transmission in the form of reading public records, experiencing slave narrative, and traveling back to former slavery sites. The dominance of affilative transmission makes Butler more flexible in identifying heteropathically. She also shows heteropathic identification through redefinition of history by creating black characters who are more active and intelligent and not merely infantilized or helpless against the perpetrator.

Kata Kunci : postmemory, transmisi, identifikasi, redefinisi sejarah, slave narrative, hasrat

  1. S2-2019-404353-abstract.pdf  
  2. S2-2019-404353-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-404353-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-404353-title.pdf