Laporkan Masalah

PENGGANTIAN BEARING DAN PELAKSANAAN ALIGNMENT MOTOR BLOWER WET SCRUBBER PADA PT. RAYON UTAMA MAKMUR

FAJAR BUDI SANTOSO, Atikah Surriani, S.T., M.Eng

2019 | Tugas Akhir | D3 TEKNOLOGI LISTRIK

Dalam pemasangan motor secara mekanik harus dipasangkan secara tepat, yakni poros (rotor) dari motor listrik harus sejajar dengan titik tengah objek yang akan diputar atau dalam istilah lainnya adalah Alignment. Pada motor blower wet scrubber PT. Rayon Utama Makmur mengalami kenaikan suhu yang cukup tinggi pada daerah bearing motor (terpantau 105oC). Dilakukan penggantian kerja motor dari C-101 C ke C-101 A. Dalam upaya menanggulangi adanya suhu tinggi pada bearing dilakukan penelusuran dan didapatkan kerusakan bearing. Dalam kasus yang terjadi pada motor blower wet scrubber diperlukan penggantian bearing. Setelah pelaksanaan penggantian bearing terdapat masalah yang timbul kembali yakni kesalahan alignment. Dalam mengatasi kesalahan alignment maka perlu dilakukan alignment kembali. Hasil penggantian bearing adalah penurunan suhu dari 105oC menjadi 65,7oC. Sedangkan pada proses alignment didapatkan perubahan posisi dudukan motor bagian depan sebesar 3,96 mm dan untuk dudukan motor bagian belakang sebesar 11,88 mm dengan arah koreksi keatas. Pada proses alignment juga menghasilkan penurunan suhu dari 91,5oC menjadi 64,7oC.

In the installation of the motor mechanically must be paired appropriately, namely the shaft (rotor) of the electric motor must be parallel to the midpoint of the object to be rotated or in other terms is Alignment. At the blower wet scrubber motor, PT. Main Rayon Makmur has a high temperature increase in the motor bearing area (observed 105oC). Replacing the motor from C-101 C to C-101 A. In an effort to cope with the presence of high temperatures in the bearing tracing and bearing bearing damage. In the case of a blower wet scrubber, a bearing replacement is required. After the implementation of bearing replacements there are problems that arise again namely alignment errors. In dealing with alignment errors, it is necessary to do alignment again. The result of bearing replacement is a decrease in temperature from 105oC to 65.7oC. Whereas in the alignment process, the front motor stand position changes 3.96 mm and the rear motor holder is 11.88 mm with the direction of the upward correction. The alignment process also results in a decrease in temperature from 91.5oC to 64.7oC.

Kata Kunci : Motor, Suhu, Bearing, Penggantian, Alignment.

  1. D3-2019-396583-abstract.pdf  
  2. D3-2019-396583-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-396583-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-396583-title.pdf