Laporkan Masalah

Dinamika Resiliensi Keluarga yang memiliki Anak dengan HIV/AIDS

ZAHWA ISLAMI, Prof. Dr. Tina Afiatin, M. Si., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Penolakan, kerentanan fisik, dan hausnya kasih sayang merupakan beban berat yang harus ditanggung anak dengan HIV/AIDS di Indonesia. Perjalanan keberfungsian anak tidak lepas dari adanya pengasuhan orangtua sebagai lingkungan pertamanya. Padahal, sebagian besar orangtua dari anak dengan HIV/AIDS harus berjuang sendirian melawan kekhawatiran kematian dan rasa bersalah karena menularkan pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dinamika resiliensi keluarga yang memiliki anak dengan HIV/AIDS (ADHA) secara mendalam dengan metode fenomenologi. Dua keluarga yang memiliki ADHA berpartisipasi dalam memberikan informasi melalui wawancara dan observasi aktivitas keluarga di rumah. Tiga pemahaman yang muncul adalah: 1) Tahapan keluarga mencapai resilien dengan bertahan, penerimaan, adaptasi, tumbuh lebih kuat, dan membantu orang lain, 2) Faktor yang memengaruhi resiliensi keluarga, diantaranya dukungan sosial internal dari keluarga inti dan besar; dukungan sosial eksternal dari sesama ODHA, layanan kesehatan, dan lingkungan masyarakat; komunikasi; dan kepercayaan, 3) Karakteristik keluarga yang mencapai keseimbangan sebagai bentuk resiliensi. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi ilmu psikologi keluarga dalam memahami resiliensi keluarga yang memiliki ADHA dan dapat menjadi role model bangkitnya semangat keluarga untuk memberikan lingkungan yang optimal bagi anak.

Rejection, risk of illness, and lack of affection are become burden for children with HIV/AIDS in Indonesia. Parenting in family as the first system determined of how children can be fully functioning in the future. Beside, most of parent as people living with HIV/AIDS is single parent who have to strive fear of death and guilty feeling because transmitted the virus to baby prenatally. The purpose of this study is trying to understand dynamics resilience in family with HIV/AIDS children by phenomenological method. Two family participated to share their story by interview session and activity observation. Three understanding emerge: 1) Family phase toward resiliency which are survival, acceptance, adaptation, growing stronger, and helping others, 2) Family resilience factors which are support of social internal from nuclear and extended family; support of social external from other people living with HIV/AIDS, health services, and neighborhood; communication; and belief system, 3) Family balanced position as characteristic of family resilience. In addition, this finding enriching family psychology knowledge which focused on understanding dynamic resilience in families with HIV/AIDS children and become role model of family resurrection to make optimal environment for children.

Kata Kunci : resiliensi keluarga, HIV/AIDS, pengasuhan

  1. S1-2019-383711-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383711-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383711-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383711-title.pdf