Laporkan Masalah

DINAMIKA PERILAKU PENCARIAN PERTOLONGAN PADA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA DI KOTA ATAU KABUPATEN MAGELANG

Nana Agustina Wulandari, Diana Setiyawati, S.Psi., MHsc, Ph.D., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi keempat terbanyak dalam persentase penderita gangguan jiwa di Indonesia. Sebanyak 79.329 atau 0,27% penduduk di Provinsi Jawa Tengah, terindikasi menderita gangguan jiwa di tahun 2018. Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa, juga perlu diimbangi dengan adanya penanganan yang baik dan tepat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat dinamika help-seeking behavior atau perilaku pencarian pertolongan, yang dilakukan keluarga pada penderita gangguan jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Melibatkan 3 partisipan yang merupakan care giver penderita gangguan jiwa, dengan rentang usia 45-65 tahun. Pengambilan data dilakukan melalui proses wawancara semi terstruktur. Lalu, dilakukan trianggulasi data kepada significant others seperti teman atau keluarga lainnya untuk uji keabsahan data. Proses analisis dilakukan dengan analisis tematik atau thematic analysis. Elemen-elemen dalam help-seeking behavior akan menjadi indikator untuk melihat dinamika pencarian pertolongan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa variasi perilaku pertolongan yang dilakukan oleh keluarga atau care giver, seperti melakukan pengobatan spiritual dan medis. Kecenderungan pencarian pertolongan yang berbeda disebabkan oleh banyak faktor dari dalam dan luar care giver yang mencari pertolongan. Evaluasi negatif yang dimiliki seperti halnya ketidakpuasan dan beban, membuat individu terkait menghambat dan menunda pencarian pertolongan atau melakukan jenis pertolongan lain. Sedangkan kecenderungan evaluasi positif yang dimiliki care giver seperti semangat dan progres pengobatan, menjadi faktor mendukung munculnya tindakan pertolongan atau bertahan pada jenis pertolongan yang sedang dilakukan.

Central Java Province became the fourth-highest rate of mental disorders in Indonesia. There are 79.329 or 0.27% of the population that was shown to suffer from mental disorders. A large quantity of patient with mental disorders further needs to be adjusted with good and proper procedure. The goal of study is to identify the families dynamics on help-seeking behavior for people with mental disorders. The study was using a qualitative method with a phenomenological approach. It also involving 3 participants, who are caregivers for people with mental disorders. These participants were in an age range of 45-65 years. The data was gathering with done a semi-structured interview method then it has to be validate by triangulating with significant others. The analysis process is done by doing some thematic analysis. The help-seeking behavior's elements will be the indicator to predict the dynamics that occur. The results showed that families did some variations of help behavior. They do such spiritual and medical treatment. Many factors can be the reason for the variations of help-seeking. It can be inner or outer factors from the one who is looking for help. The individual can be inhibiting and delay the seeking of help because of the negative evaluations, such as dissatisfaction and burdens, while the tendency of positive evaluations such as enthusiasm and progress of treatment is the factor that supporting the emergence of relief measures or surviving on of help being carried out.

Kata Kunci : gangguan jiwa, keluarga/care giver, help-seeking behavior, hambatan dan penundaan, faktor pendukung.

  1. S1-2019-378355-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378355-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378355-title.pdf