Laporkan Masalah

STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA PETANI PASCA BENCANA BANJIR AKIBAT SIKLON CEMPAKA DI DESA MELIKAN, KECAMATAN WEDI, KABUPATEN KLATEN

Sonia Nesa Arimbi, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, S.si., M.Si

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Desa Melikan adalah salah satu desa banjir terparah bulan November tahun 2017 yang diakibatkan oleh siklon tropis Cempaka. Kejadian ini menyebabkan tanggul sungai di sekitar Desa Melikan jebol. Bencana banjir tersebut sangat mempengaruhi kondisi aset, akses, dan aktivitas yang kemudian berdampak pada pola penghidupan masyarakat yang berubah pasca bencana banjir tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi perubahan kondisi aset, (ii) mengidentifikasi perubahan kondisi akses, (iii) mengidentifikasi perubahan kondisi aktivitas yang terjadi pasca bencana banjir, serta (iv) menganalisis strategi penghidupan setelah terjadi bencana banjir pada bulan November tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Adapun pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara kuesioner dan wawancara mendalam. Metode analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif baik secara kuantitatif, misalnya pada analisis kondisi aset dengan menggunakan pentagon asset dan deskriptif kualitatif untuk analisis strategi penghidupan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan kondisi aset, akses, dan aktivitas pasca bencana banjir tahun 2017. Modal sosial merupakan modal yang paling banyak berubah pasca bencana banjir pada Bulan November tahun 2017. Untuk kondisi akses, beberapa akses mengalami perubahan pasca bencana banjir tahun 2017, di antaranya yaitu akses jalan, tanggul, dan akses terhadap air bersih. Adapun untuk perubahan aktivitas, mayoritas responden tidak melakukan apapun sampai tanggul selesai diperbaiki. Strategi penghidupan rumah tangga petani di Desa Melikan yang ditemukan di lapangan antara lain strategi intensifikasi/ ekstensifikasi pertanian, diversifikasi, migrasi, akumulasi, konsolidasi, dan bertahan.

Melikan Village is one of the worst flood villages in November of 2017 due to the tropical Cyclone Cempaka. This incident caused the damage of a river embankment around the village of Melikan. The flood greatly affects the conditions of assets, access, and activities that then impact the pattern of community livelihoods that changed after the flood. This study aims to (i) identify changes in asset conditions, (ii) identify changes in access conditions, (iii) identify changes in the activity conditions in post floods, and (iv) Analyse livelihood strategies after the flood in November of 2017. This study uses mixed methods. The data retrieval is done by questionnaire interview techniques and in-depth interviews. The analytical methods in this study are done in a descriptive basis, such as in the analysis of asset conditions by using a pentagon asset and a qualitative descriptive for the analysis of people livelihood strategies. The results of this study showed that there were changes in the conditions of assets, access, and activities after the flood in 2017. The social capital is the most changed capital after the flood in November 2017. For access conditions, some access underwent post flood changes in the 201, there are the access of roads,, the river embankment, and access to clean water. As for the change of activity, the majority of respondents did not do anything until the embankment was repaired . A farmer's household livelihood strategies in the Melikan Village found in the field are an intensification/extensibility strategy for agriculture, diversification, migration, accumulation, consolidation, and survival.

Kata Kunci : bencana banjir, aset, akses, aktivitas, rumahtangga petani, strategi penghidupan

  1. S1-2019-377574-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377574-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377574-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377574-title.pdf