TEKNIK WATERMARKING CITRA DIGITAL BERBASIS ENKRIPSI 2D LOGISTIC MAP DAN DNA ENCODING
DEDDY RUDHISTIAR, Suprapto, Drs., M.I.Kom., Dr.;Anny Kartika Sari, S.Si., M.Sc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMPUTERPertukaran data yang sangat mudah di internet menyebabkan data menjadi rentan terhadap modifikasi dan pelanggaran hak cipta. Salah satu teknik untuk pengamanan data digital, termasuk data citra, dari hal-hal tersebut adalah pengaplikasian watermarking berbasis enkripsi. Teknik watermarking berbasis chaotic map merupakan salah satu yang banyak digunakan. Akan tetapi, enkripsi berbasis chaotic map masih rentan terhadap statistical attack. Dalam penelitian ini, dilakukan teknik watermarking berbasis enkripsi 2D Logistic Map dan DNA Encoding. Penggabungan DNA Encoding terhadap 2D Logistic Map diharapkan meningkatkan keamanan terhadap citra watermark. Penelitian ini membandingkan kinerja teknik watermarking LSB (Least Significant Bit), yang termasuk salah satu spatial domain watermark, dan DWT (Discrete Wavelet Transform), yang merupakan salah satu frequency domain watermark yang berbasis enkripsi 2D Logistic Map dan DNA Encoding. Hasil kinerja dari masing-masing teknik watermarking dilakukan pengujian terhadap citra yang dihasilkan. Dalam hal ini, teknik watermarking akan dibandingkan berdasarkan nilai MSE (Mean Squared Error), PSNR (Peak Signal-to-Noise Ratio), NC (Normalized Cross-Correlation) dan waktu pemrosesan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata MSE pada teknik watermarking LSB sebesar 0.1445 sedangkan teknik watermarking DWT adalah nol. Nilai rata-rata PSNR pada teknik watermarking LSB sebesar 51.26 db sedangkan teknik watermarking DWT sebesar 44.59db. Nilai rata-rata NC pada teknik watermarking LSB dan teknik watermarking DWT masing-masing bernilai 1 karena tidak ada nilai piksel yang berubah pada saat ekstraksi. Dan waktu proses yang dibutuhkan pada teknik watermarking LSB jauh lebih besar daripada teknik watermarking DWT.
Data exchange that is very easy on the internet causes data to be vulnerable to modifications and copyright violations. One technique to keep digital data, including images, secure from these things is by applicating the encryption-based watermarking technique. In this study, a watermarking technique based on 2D Logistic Map and DNA Encoding was carried out. Combining DNA Encoding to the 2D Logistic Map is expected to improve the protection of watermark images. This study compares the performance of the LSB (Least Significant Bit) watermarking technique, which includes as one kind of spatial domain watermarks, and DWT (Discrete Wavelet Transform), which is a frequency domain watermark based on 2D Logistic Map and DNA Encoding encryption. In this case, the watermarking technique will be compared based on the value of MSE (Mean Squared Error), PSNR (Peak Signal-to-Noise Ratio), NC (Normalized Cross-Correlation) and processing time. The results showed the average value of MSEs on the LSB watermarking technique is 0.1445 while the DWT watermarking technique is zero. The average value of PSNRs on LSB watermarking technique is 51.26 db while the DWT watermarking technique is 44.59 db. The average value of NC on the LSB watermarking technique and DWT watermarking technique are each worth 1. Also, the processing time needed in LSB watermarking technique is much greater than DWT watermarking technique.
Kata Kunci : Watermarking, LSB, DWT, Enkripsi, 2D Logistic map, DNA Encoding / Encryption, Digital image, Chaos, Logistic map, Arnold Cat map, DNA Encoding