Laporkan Masalah

Pengaruh Pengelolaan Daerah Tangkapan Air Terhadap Efisiensi Pompa pada Storage Pengendalian Banjir dan Rob Pekalongan

IKA DINRO PAISA, Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D.;Prof. Dr. Ir. Budi Wignyosukarto, Dipl. HE.

2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK PENGELOLAAN BENCANA ALAM

Kawasan pesisir Pekalongan sering mengalami banjir dan rob akibat muka air laut pasang. Pemerintah melalui BBWS Pemali Juana telah melakukan rencana aksi dalam mengatasi banjir dan rob Pekalongan dengan cara membangun tanggul pengendali rob, meninggikan tanggul sungai, melakukan normalisasi sungai, dan membuat kolam tampungan yang dilengkapi dengan pompa. Kegiatan pengendalian banjir dan rob Pekalongan tersebut diharapkan mampu mencegah masuknya aliran rob dan mencegah genangan banjir aliran hujan yang berasal dari daerah hulu ke daerah terdampak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan skenario dalam upaya efisiensi pompa dengan cara mengelola aliran daerah tangkapan air pada kawasan perencanaan. Tahapan penelitian dimulai dari studi pustaka terhadap kajian terdahulu kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan pengelolaan data, menentukan skenario dan simulasi aliran menggunakan aplikasi HEC-HMS versi 4.2.1. Analisis respon daerah tangkapan air terhadap aliran hujan menggunakan Metode Rasional dengan parameter koefisien aliran, intensitas hujan dan luas daerah tangkapan air. Pemilihan skenario terbaik didasarkan pada efisiensi penggunaan pompa dan memenuhi kriteria perencanaan tidak terjadi genangan pada kawasan yang dilindungi terhadap skenario pengaliran aliran DTA dan penambahan unit pompa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat terjadi hujan kala ulang 2 tahunan dengan adanya pengelolaan daerah tangkapan air (skenario III) dapat mengurangi durasi operasional pompa pada kolam tampungan sebesar 28.57% dari kondisi eksisting yang sebelumnya beroperasi 21 jam menjadi beroperasi 15 jam akibat pengurangan volume inflow kolam tampungan sebesar 27.07% yang sebelumnya 299200 m3 menjadi 218200 m3, sehingga luas genangan dapat dikurangi sebesar 39.95% dari 64.89 ha menjadi 38.93 ha. Hasil analisis untuk mencapai target kriteria perencanaan agar tidak terjadi genangan pada elevasi di atas +7.5m menunjukkan bahwa penambahan 2 unit pompa yang beroperasi selama 8 jam pada pengelolaan daerah tangkapan air membutuhkan biaya operasional per hari lebih rendah yaitu sebesar Rp20.232.560,00 dibandingkan dengan penambahan 4 unit pompa pada kondisi eksisting yang beroperasi selama 7 jam sebesar Rp26.555.235,00 atau lebih rendah 23.81%.

Pekalongan coastal areas often experience flooding and tidal flood due to high tides. The government through BBWS Pemali Juana has implemented an action plan in the flooding and tidal flood management of Pekalongan by building dike, raising the river embankment, normalizing the river, and creating a storage pond equipped with pumps. Pekalongan flood and tidal flood management be expected to prevent the entry of the tidal flood flow and prevent the flood inundation from the upstream areas to the affected areas. The purpose of this study is to determine the scenario in the effort of pump efficiency by managing the catchment flow in the planning area. The stages of research begin from literature review then proceed data collection and analysis, determine scenarios and flow simulations using the HEC-HMS version 4.2.1. Analysis of the catchment area response to rain flow using the Rational Method with the parameters of runoff coefficient, rain intensity and area of the catchment area. The selection of the best scenario is based on the efficient use of the pump. The results of the study show that during the 2year return period rainfall with the management of the catchment area (scenario III) it could reduce the pump operational duration in the storage by 28.57% from the existing conditions operating 21 hours to operate 15 hours due to reduced inflow pool amounting to 27.07%, previously 299200 m3 to 218200 m3, so that the inundation area could be reduced by 39.95% from 64.89 hectares to 38.93 hectares. The results of the analysis to achieve the target planning criteria so that there is no inundation at elevations above +7.5m indicate that the addition of 2 pump units operating for 8 hours in the management of the catchment area requires lower operational costs per day, which is Rp20.232.560,00 compared to the addition of 4 pump units in existing conditions operating for 7 hours in the amount of Rp26.555.235,00 or lower by 23.81%.

Kata Kunci : Daerah tangkapan, kolam tampungan, pompa, banjir, Pekalongan

  1. S2-2019-419760-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419760-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419760-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419760-title.pdf