Evaluasi Studi Kelayakan Proyek Toilet Bawah Tanah Titik Nol Kilometer Yogyakarta
RETNA DIAH WULANDARI, Latri Wihastuti, S.E., M.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPANPariwisata menjadi sektor yang potensial untuku dikembangkan di Indonesia, sebab memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadikan Indonesia menjadi salah satu tujuan destinasi wisata mancanegara. Salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena DIY Potensi wisata yang disuguhkan cukup beragam. Pariwisata visi besar DIY pada tahun 2025 yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah yaitu menjadi Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi tersebut Pemerintah Provinsi DIY berupaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata dengan meningkatkan fasilitas publik yaitu Toilet Bawah Tanah Titik Nol Kilometer. Pembangunan Toilet Bawah Tanah ini dilakukan pada tahun 2017 dengan menggunakan anggaran APBD Provinsi DIY sebesar Rp5,8 Milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek Toilet Bawah Tanah Titik Nol Kilometer Yogyakarta dengan menganalisis dari beberapa aspek yaitu aspek hukum, aspek lingkungan, aspek teknis dan teknologi, aspek pasar dan pemasaran, aspek manajemen dan sumberdaya manusia, dan aspek keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dari data primer dan sekunder dari hasil wawancara dan observasi langsung. Dari analisis studi kelayakan proyek yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa proyek Toilet Bawah Tanah Titik Nol Kilometer dinyatakan layak pada aspek hukum, lingkungan, teknis dan teknologi, pasar dan pemasaran, manajemen dan dan sumberdaya manusia. Disisi lain, pada aspek keuangan proyek Toilet Bawah tanah ini dinyatakan dinyatakan tidak layak. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan tidak layak, karena walaupun layak pada kelima aspek, jika aspek keuangan tidak layak maka proyek dinyatakan tidak layak, karena aspek keuangan merupakan kunci utama dari aspek yang lain.
Tourism is a potential sector to be developed in Indonesia, because it has a wealth of nature and culture that makes Indonesia one of the destinations for foreign tourist. One of the tourist destination is Yogyakarta Special Region (DIY), because DIY tourism potential diverse. Tourism become a big vision in 2025 contained in the Regional Long-Term Development Plan is to become the Leading Tourism Destination Area in Southeast Asia. To realize this vision, the DIY Government seeks to improve the quality of tourism by improving public facilities, namely the Underground Toilet of Titik Nol Kilometer. The construction of the Underground Toilet was carried out in 2017 using the DIY Provincial APBD budget of Rp5.8 billion. This study aims to determine the feasibility of the Underground Toilet Titik Nol Kilometer project in Yogyakarta by analyzing several aspects, that is legal aspects, environmental aspects, technical and technological aspects, market and marketing aspects, management aspects and human resources, and financial aspects. The method used in this study is descriptive qualitative and quantitative data from primary and secondary data from the results of interviews and direct observation. From the analysis of the project feasibility studies carried out, results were obtained that the Underground Toilet Titik Nol Kilometer project was stated feasible in legal, environmental, technical and technological aspects, markets and marketing, management and and human resources. On the other hand, the financial aspects of the Underground Toilet project were stated not feasible. From the results of the analysis it can be concluded that it is not feasible, because even though it is feasible in the five aspects, if the financial aspects is not feasible, the project is stated not feasible, because the financial aspect is the main key of the other aspects.
Kata Kunci : Pemerintah, Toilet Bawah Tanah, Studi Kelayakan Proyek