Pengaruh Limbah Laundry terhadap Pencemaran Lingkungan di Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta dalam Perspektif Antroposentrisme
Linda Pangastuti, Dra. Hj. Jirzanah, M.Hum. Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M.
2019 | Skripsi | S1 FILSAFATUsaha laundry menghasilkan limbah berupa limbah cair yang berasal dari proses pencucian, apabila limbah tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan sebagian besar terjadi karena perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, tidak peduli, dan hanya mengutamakan kepentingannya. Hal tersebut berterkaitan dengan cara pandang pemilik usaha laundry. Paradigma antroposentrisme yang dianut selama ini, menempatkan lingkungan hidup hanya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh limbah laundry yang ada di sekitar usaha laundry di Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul, serta menganalisis dampak pembuangan limbah laundry yang dilakukan oleh pemilik usaha laundry dalam perspektif antroposentrisme. Objek material penelitian ini adalah limbah laundry di Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul dan objek formalnya adalah teori etika lingkungan antroposentrisme. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif di bidang filsafat dengan mengambil sebuah kasus yang berhubungan dengan pencemaran lingkungan diperkuat dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain tahap persiapan, observasi lapangan, wawancara inventarisasi data, klasifikasi data, analisis sintetis, dan evaluasi kritis. Agumen yang terdapat dalam teori etika lingkungan antroposentrisme membentuk pola pikir yang menganggap bahwa manusia berhak menggunakan dan memanfaatkan semua ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya, dalam hal ini lingkungan yang menjadi korban. Pemilik usaha laundry tidak mempunyai rasa tanggung jawab untuk menghormati, menjaga, mengelola, dan memelihara lingkungan sekitar. Cara pandang seperti itu dipicu oleh pemahaman yang keliru terhadap sumber daya alam. Sumber daya alam dianggap mempunyai nilai ekonomis untuk dieksploitasi. Nilai-nilai yang ada dalam sumber daya alam tidak diperhitungkan dan diabaikan begitu saja oleh manusia khususnya para pemilik usaha laundry yang ada di Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul.
Laundry business produces waste in the form of liquid waste that comes from the washing process. If the management of the laundry waste is not based on sustainable standard, it can creates environmental pollution. Most of the environmental pollution occurs due to irresponsible and uncaring human behavior who just prioritize their own interests. This condition related to the perspective of the laundry business owner. The anthropocentrism paradigm that has been adopted so far, puts the environment only as a resource to fulfill human needs. The purpose of this study was to determine the effect of laundry waste around the laundry business in Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul Hamlet, and to analyze the impact of laundry waste disposal carried out by laundry business owners in the perspective of anthropocentrism. The material object of this study is laundry waste at Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul, and the formal object of this study is anthropocentrism environmental ethics. The researcher used descriptive qualitative research methods in philosophy field by taking a case related to environmental pollution reinforced by literature studies, observations, and interviews. This research was conducted in several stages, including preparation, field observation, data inventory interviews, data classification, synthetic analysis, and critical evaluation. The argument in the theory of environmental anthropocentrism ethics forms a mindset that assumes humans have the right to use and utilize all of God's creations to fulfill their needs and behalf, in this case the environment becomes a victim. The owners of laundry bussiness have no sense of responsibility to respect, protect, manage and maintain the surrounding environment. That perspective is triggered by a false understanding about natural resources that considered have an economic value to be exploited. The values of natural resources are not taken into account and ignored by humans, specially the owners of laundry bussiness in the Ngebel Tamantirto Hamlet, Kasihan Bantul.
Kata Kunci : Limbah Laundry, Antroposentrisme, Pencemaran Lingkungan