KOMUNITAS PRIBUMI DAN NONPRIBUMI DALAM NOVEL "BUMI MANUSIA" KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: PERSPEKTIF LANGUAGE GAMES LUDWIG WITTGENSTEIN
FREDY WANSYAH PUTRA, Dr. Rizal Mustansyir
2019 | Tesis | MAGISTER FILSAFATPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana interaksi bahasa antara dua kelompok sosial yang berbeda di dalam novel Bumi Manusia. Hasil eksplorasi tersebut kemudian menjadi bahan analisis pada tahapan nilai. Dengan demikian, dapat mengungkap nilai-nilai yang ditinjau dari perspektif filsafat analitik. Bumi Manusia berkisah tentang seorang anak muda pribumi yang hidup di tengah-tengah lingkungan Belanda. Kondisi tersebut memunculkan asumsi adanya bentuk permainan di dalam berinteraksi di dalam tokoh-tokohnya sebagai bentuk komunikasi antar kelompok yang berbeda. Penelitian ini menggunakan salah satu perspektif filsafat bahasa, yakni language game Wittgenstein. Pemilihan perspektif Wittgenstein didasari atas dasar asumsi bahwa adanya permainan bahasa di dalam penokohan Bumi Manusia. Pada tahapannya, penelitian dilakukan dengan pengumpulan data, klasifikasi, analisis, serta deskripsi. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis mengenai komunitas pribumi dan nonpribumi dalam perspektif language game Wittgenstein. Pada akhir penelitian akan menjawab bagaimana kedua komunitas yang berbeda di dalam novel Bumi Manusia melakukan permainan-permainan bahasanya. Hasil analisis penelitian ini mengungkap bahwa bahasa "pribumi" merupakan bahasa yang menjadi bentuk permainan antara komunitas pribumi dengan komunitas nonpribumi. Bahasa "pribumi" merupakan bahasa yang dominan dan sesuai tema penceritaan. Komunitas pribumi melakukan permainan bahasa "pribumi" hanya pada anggota komunitasnya sendiri sebagai rule of the game. Sementara komunitas nonpribumi melakukan permainan bahasa "pribumi" dengan komunitas pribumi dengan syarat memiliki sikap simpati terhadap komunitas pribumi. Permainian bahasa tiap-tiap komunitas mengandung nilai sosial, budaya, dan politik. Kesetaraan, perlawanan, dan hak-hak warga merupakan nilai yang terkandung di dalamnya. Kata Kunci: Language Games, Komunitas Pribumi, Bumi Manusia, bahasa.
The research is aimed how to describe about interaction between language and two diverging social group on Bumi Manusia novel. The results of exploration would be an analysis subject on the phase of value. Thus, it could describe the values which is observed by analytic philosophy perspective. Bumi Manusia novel told about an indigenous young man who live in the social circle of Dutch Colonial. It condition makes assumption appears that there is a form of language game on the literary figures was doing interaction as a communicative form among diverging social group. The research used one way of language philosophy perspective namely Wittgenstein language game. The election of Wittgenstein perspective was motivated by on grounds assumption that there is a language game on characterizing on Bumi Manusia novel. On the phase, the research had done by collecting the data, classification, analysis and description. The research was to describe the analysis results about native community and non-native community on Wittgenstein language game perspective. On the final of research are going to answer how are both of diverging community on Bumi Manusia novel doing their language games. The analysis result of research described native language formed language was to form of game between native community and non-native community. Native language was a dominant language according to the telling story theme. Native community had played native language game only for their community members. While non-native community had played native language game to native community on condition that had shown sympathy toward native community. The language game on each community contains social, culture, and politic values. Equality, resistance and civil rights are to form of implied value. Keyword: Langauge games, indigenous community, Bumi Manusia, language
Kata Kunci : Language Games, Komunitas Pribumi, Bumi Manusia, bahasa