Laporkan Masalah

KUALITAS HIDUP PESERTA PROLANIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN INSTRUMEN DQL-BCI DI PUSKESMAS DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA

Ni Putu Ayu Noviyantini, Anggi L.Wicaksana, S.Kep.,Ns.,M.S; Dr.Heny Suseani Pangastuti, S.Kp.,M.Kes

2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit kronik yang dapat menimbulkan komplikasi jika pengelolaan kadar gula darah tidak terkendali. Komplikasi akibat diabetes dapat mempengaruhi kualitas hidup. Upaya pemerintah Indonesia saat ini untuk meningkatkan kualitas hidup pada penyandang diabetes adalah melalui Prolanis. Pentingnya meneliti masalah kualitas hidup adalah untuk mengetahui kapasitas individu dalam mengelola penyakitnya, sehingga dengan adanya data kualitas hidup dapat menjadi data dasar sekaligus evaluasi pelaksanaan Prolanis yang telah bergulir. Tujuan Penelitian: Mengetahui kualitas hidup peserta Prolanis DM tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta dan mengetahui kualitas hidup berdasarkan gambaran karakteristik demografi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Responden penelitian ini adalah peserta Prolanis DM tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta berjumlah 85 orang, dperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen karakteristik responden dan Diabetes Quality of Life-Brief Clinical Inventory. Analisa data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Rerata kualitas hidup peserta Prolanis DM tipe 2 adalah 3,84 ((+-) 0,51). Angka tersebut cenderung mendekati nilai optimal yang menunjukkan kualitas hidup baik. Rerata kualitas hidup berdasarkan karakteristik demografi ditemukan bahwa pada kelompok usia dewasa akhir ((>/) 60 tahun), berjenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMP, tidak bekerja, berstatus menikah, berpenghasilan 2 juta - 4 juta, lama menyandang diabetes selama < 5 tahun, mengikuti Prolanis (>/) 6 bulan, dan tidak memiliki penyakit penyerta memiliki kualitas hidup yang baik. Kesimpulan: Kualitas hidup peserta Prolanis DM tipe 2 di Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta baik.

Background: Diabetes is a chronic disease which can cause complications that will affect quality of life - if improperly managed. Implementing Prolanis is the current effort of the Indonesian government to improve the quality of life for people with diabetes. The importance of examining quality of life is to find out the individual's capacity in managing his/her illness, as basic data, as well as an evaluation of Prolanis implementation. Objective: To determined the quality of life of Type 2 DM Prolanis participants in Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta and to know the quality of life based on demographic characteristics description. Method: This study was a quantitative-descriptive study with a cross-sectional design. The respondent were 85 Prolanis Type 2 DM-participants in Puskesmas Depok Sleman Yogyakarta obtained by the total sampling technique, with the instruments of respondent characteristics and Diabetes Quality of Life-Brief Clinical Inventory. The analysis was presented in a distribution-frequency table. Results: The average quality of life of Type 2 DM Prolanis participants was 3.84 ((+-) 0.51), close to the optimal number which indicates good quality of life. The average quality of life based on the demographic characteristics revealed the age group of late adult, male, junior high school-educated, not working, married, earning 2 - 4 million, having diabetes for < 5 years, Prolanis participants (>/) 6 months, and not having other illnesses, have good quality of life. Conclusion: The type 2 DM Prolanis Participants in Depok Sleman Yogyakarta Health Center have good quality of life.

Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kualitas hidup, Prolanis

  1. S1-2019-377901-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377901-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377901-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377901-title.pdf