Laporkan Masalah

MONITORING DAN EVALUASI PASCA PELATIHAN INDUSTRI KECIL (Studi pada Bimbingan Teknis Batik dalam Kegiatan Penguatan Kemampuan Industri Berbasis Teknologi di Kabupaten Sleman)

SITI YULIANI, Yuni Andari, S.E., M.Si.

2019 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN

Industri kecil mempunyai peran yang sangat penting bagi perekonomian di Kabupaten Sleman. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan jumlah industri kecil, salah satunya melalui bimbingan teknis batik. Dinas Perindustrian dan Perdagagangan Kabupaten Sleman pada tahun 2018 telah menyelenggarakan bimbingan teknis batik terhadap 23 kelompok batik dari beberapa desa di Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan monitoring dan evaluasi pasca pelatihan dengan melihat perkembangan, kendala dan apakah terdapat perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah adanya pelatihan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 18 kelompok aktif menjalankan produksi dengan presentase peserta yang aktif melakukan produksi sebesar 41,7 persen dari total output 460 orang. Kendala yang dialami kelompok dalam menjalankan produksi, antara lain modal terbatas, sulit dalam pemasaran produk, kurang pemahaman dalam pewarnaan, biaya produksi tinggi, persaingan pasar, tidak ada pendampingan dan dukungan dari pemerintah desa setempat. Selain itu, adanya dampak dari bimbingan teknis batik dapat dilihat dari hasil Uji Wilcoxon yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pendapatan anggota sebelum dan sesudah pelatihan.

Small industries have a very important role for the economy in Sleman Regency. Various efforts were made by the Government of Sleman Regency to increase the number of small industries, one of which was through batik technical guidance. The Department of Industry and Trade of Sleman Regency in 2018 has held batik technical guidance for 23 batik groups from several villages in Sleman Regency. The aim of the study was to conduct post-training monitoring and evaluation by looking at developments, constraints and whether there were differences in income before and after training. Data collection techniques are carried out through observation and interviews. The research method uses descriptive qualitative and quantitative. Based on the results of the study it can be concluded that 18 active groups run production with a percentage of participants who actively produce 41.7 percen of the total output of 460 people. Constraints experienced by the group in carrying out production include limited capital, difficulty in product marketing, lack of understanding in coloring, high production costs, market competition, no assistance and support from the local village government. In addition, the impact of batik technical guidance can be seen from the results of the Wilcoxon Test which shows that there are differences in the average income of members before and after training.

Kata Kunci : Kata kunci: Bimbingan Teknis Batik, Industri Kecil, Monitoring dan Evaluasi Pasca Pelatihan, Uji Wilcoxon.

  1. D3-2019-400929-abstract.pdf  
  2. D3-2019-400929-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-400929-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-400929-title.pdf