PERFORMANS SAP1 PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DARA YANG DIBERI PAKAN BASAL RUMPUT RAJA DAN JERAMI JAGUNG DENGAN SUPLEMENTASI KONSENTRAT PROTEIN DEGRADASI TINGGI
Azizah, Nunung , Dr.Ir.Budi Prasetyo W.B,DESS,DEA.
2005 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) dara yang diberi pakan basal rumput Raja dan jerami jagung dengan suplementasi konsentrat protein degradasi tinggi. Sepuluh ekor sapi PFH dara berat badan antara 250-338 Kg, digunakan untuk studi produktivitas ternak. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan, yaitu R1 (Rumput Raja, konsentrat) dan R2 (jerami jagung, konsentrat), dalam Rancangan Acak Lengkap. Masingmasing perlakuan terdiri atas lima (5) ulangan. Variabel yang diamati adalah jumlah konsumsi bahan Kering (KBK), konsumsi bahan organik (KBO), konsumsi protein kasar (KPK) serta pertambahan berat badan harian (PBBH). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Cairan rumen diambil dari lima ekor sapi PFH dara dengan berat badan antara 280-340 Kg yang difistula, masing-masing ternak sebanyak 300 ml untuk memperoleh data parameter fermentasi rumen (pH, NH3 dan VFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performan sapi PFH dara yang diberi pakan basal rumput Raja dengan suplementasi konsentrat protein degradasi tinggi menghasilkan KBK dan KBO (Kg/ekor/hari) lebih tinggi (P<0,01) dibanding jerami jagung (11,10 vs 9,83 dan 10,08 vs 8,93). Konsumsi PK (Kg/ekor/hari) pakan basal rumput Raja lebih tinggi (P<0,01) dibanding jerami jagung (1,72 vs 1,55). Suplementasi konsentrat protein degradasi tinggi pada pakan basal rumput Raja pengaruhnya terhadap pertambahan berat badan harian (PBBH) (Kg/ekor/hari) lebih tinggi (P<0,01) dibandingkan pada jerami jagung masing-masing 0,64 vs 0,33. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi pakan (KBK, KBO dan KPK) dan PBBH sapi PFH dara yang diberi pakan basal rumput Raja dengan suplementasi konsentrat protein degradasi tinggi memberikan hasil yang lebih tinggi (P<0,01) dibanding pakan basal jerami jagung. Kata kunci : Konsumsi, Rumput Raja, Jerami Jagung, Pertambahan berat badan harian, parameter fermentasi rumen (pH, VFA dan NH3) konsentrat protein degradasi tinggi .
The experiment was conducted to determine the effect of basal diet: King grass and corn stalk with supplementation high degradation protein concentrates. Ten Friesian Holstein heifers with average body weight 250-338 kgs were used for study cattle productivities. The experiment design used completely randomized with 2 treatments Rl (King grass, concentrate) and R2 (corn stalk, concentrate) in 5 replications. The variables observed are dry matter intake (DMI), organic matter intake (OMI), crude protein intake (CPI) and average daily gain (ADG) (Kg/cow/day). All data were analyzed by analysis of variance. The rumen liquid was taken from 5 adult Friesian Holstein heifers fistulated rumen for rumen fermentation (pH, NH3, and VFA). Results showed high degradation protein concentrates produced higher of DMI and OMI (PC0.01) compared corn stalk (11.10 vs 9.83) and (10.08 vs 8.93). Crude protein of King grass significantly different (P<0.01) compared corn stalk (1.72 and 1.55). The supplementation of high degradation protein concentrates from King grass had higher significantly (PC0.01) as well as average daily gain (ADG) (Kg/cow/day) than those from corn stalk (0.64 vs 0.33) it was concluded that the effect King grass with supplementation high degradation protein concentrates (DMI, OMI, CPI and ADG) higher compared to corn stalk. Key word: Consumption, King grass, Corn stalk, rumen fermentation (pH,VFA dan NH3) Average Daily Gain, high degradation protein concentrates .
Kata Kunci : Konsumsi, Rumput Raja, Jerami Jagung, Pertambahan berat badan harian, parameter fermentasi rumen (pH, VFA dan NH3) konsentrat protein degradasi tinggi