KINERJA INDUK SAPI SILANGAN SIMMENTAL PERANAKAN ONGOLE PADA PARITAS YANG BERBEDA DI TINGKAT PETERNAK
Dewi, Nawang Wusana , Prof.Dr.Ir.Endang BaIiarti,SU
2004 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk sapi Silangan Sinimental Peranakan Ongole (SIMPO) pada paritas yang berbeda, saat bunting 9 bulan sampai 2 bulan setelah beranak. Sepuluh induk sapi multipara dan lima induk sapi primipara bunting 9 bulan milik peternak di Kecamatan Bambanglipuro diamati bobot badan saat bunting 9 bulan, beranak, 1 dan 2 bulan setelah beranak, postpartum estrus {PPE), serta konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan total digestible nutrients (TDN). Untuk pedet diamati bobot lahir, bobot umur 1 dan 2 bulan, pertambahan bobot badan harian (PBBH) serta persentase bobot lahir terhadap bobot induk saat beranak. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bobot induk bunting 9 bulan dan bobot saat beranak multipara nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada primipara. Lama PPE induk multipara nyata (P<0,05) lebih panjang daripada primipara (55 ± 2 vs 45 ± 2 hari). Bobot pedet saat lahir, bobot umur'1 darT~lT~bulan induk multipara nyata lebih tinggi (P<0,05) daripada primipara. Disimpulkan induk sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole multipara lebih baik daripada primipara dalam hal bobot induk bunting dan saat beranak, bobot pedet lahir dan bobot umur 1 dan 2 bulan, sedangkan PPE induk multipara lebih panjang. Kata kunci : Kinerja, Sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole, Multipara, Primipara.
This research was aim to know performance of Simmfental Ongole Crossbred in the different parity were pregnant 9 month to 2 month after parturition. Ten multiparaous cows and five primiparaous cows Simmental Ongole Crossbred on farming in Bambanglipuro district were observed body weight of cows at 9 month pregnant, body weight of cows at parturition, body weight of cows after 1 and 2 parturition, postpartum estrus (PPE) and dry mater (DM) intake, crude protein (CP) and total digestible nutrients (TDN). Calves were observed birth weight, body weight at 1 and 2 month of age, average daily gain (ADG), precentage of birth weight of calves to body weight cows at parturition. The data were analyzed using T test. The result of research showed that body weight at pregnant 9 month and at parturition of multiparaous cows were higher (P<0,05) than primiparaous cows. PPE of multiparaous were longer significantly (P<0,05) than primiparaous (55 ± 2 vs 45 ± 5). Birth weight calves and body weight at 1 and 2 month of calves multiparaous was higher (P<0,05) than primiparaous. The conclucion of this research was multiparaous cows were better than primiparaous of Simmental Ongole Crossbred in the case of body weight at 9 pregnant, body weight at parturition, birth weihgt of calves, body weight of calves at 1 and 2 month, but PPE multiparaous longer than primiparaous. Keywords : Performance, Simmental Ongole Crossbred, Multiparaous,Primiparaous
Kata Kunci : Kinerja, Sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole, Multipara, Primipara