POLA PERGERAKAN SPASIAL WISATAWAN DI KAWASAN PARIWISATA KEPULAUAN NUSA PENIDA, PROVINSI BALI
NI WAYAN KARTIKA S, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHNusa Penida merupakan salah satu kawasan yang mulai diminati oleh wisatawan dan diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah. Pengembangan kawasan Nusa Penida memerlukan manajemen yang baik untuk menghindari tahap deklinasi dalam perkembangannya. Identifikasi pola pergerakan wisatawan merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pergerakan spasial wisatawan di Nusa Penida sekaligus mengidentifikasi hubungan antara faktor manusia dan fisik terhadap pola yang terbentuk. Data penelitian ini diperoleh dari 260 responden yang mengunjungi Kawasan Nusa Penida. Pola diidentifkasi secara spasial dengan mengacu pada kompilasi pola oleh Lau dan Mc Kercher (2006), sementara analisia hubungan dilakukan dengan teknik Coefficient Contingency untuk data nominal. Pola pergerakan yang teridentifikasi divisualisasikan dalam bentuk peta pola pergerakan dan hasil analisis hubungan ditampilkan dalam bentuk tabel. Sebanyak 633 pergerakan harian terkumpul dari 260 responden yang terlibat. Hasil menunjukkan teridentifikasinya delapan pola pergerakan wisatawan di Kawasan Wisata Nusa Penida, yaitu Single point (38.4%), Stop over (20.4%), Chaining loop (14.5%), Complex neighborhood (11.1%), No movement (6.2%), Interisland (4.9%), Destination region loop (4.3%), dan Base camp (0,3%). Terdapat sembilan faktor yang berhubungan dengan pola pergerakan spasial wisatawan yang terbentuk.
Nusa Penida is an emerging tourism area which has becoming popular among tourists. The national government is also prioritizing this area to be developed as a strategic tourism area. To prevent the declination stage on the development process, this area needs to be managed wisely. Tourist's spatial movement pattern identification is a way that can be taken in the management process. Therefore, this paper aims to identify the tourist's spatial movement pattern and analyze if there are human, physical, and time factors that correlated to the patterns. The data are collected from 260 respondents that visited Nusa Penida tourism area. The patterns are identified spatially based on compiled pattern by Lau dan McKercher (2006), meanwhile the correlation are identified using Coefficient Contingency. Identified patterns are visualized in a movement map and the result of the correlation analysis are displayed using a table. The result from 633 trip diaries shows eight movement patterns in Nusa Penida, including Single point (38.4%), Stop over (20.4%), Chaining loop (14.5%), Complex neighborhood (11.1%), No movement (6.2%), Interisland (4.9%), Destination region loop (4.3%), and Base camp (0,3%). Nine factors were correlated with the identified tourist's movement patterns.
Kata Kunci : pola pergerakan spasial, Nusa Penida, pergerakan harian