Laporkan Masalah

KAJIAN KRITIS KINERJA BERBAGAI RUMUSAN HIDROGRAFSATUANSINTETIK

YUDHI TRIANA DEWI, Prof. Dr. Ir. Tri Harto Br., Dip. H.

2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Sumber Daya Air

Development of infrastructure in water resources sector is the important factor to support the national welfare. Accuracy of the design of hydraulic structure is urgently needed to meet safety aspect and also economic aspect. One of the obstacles in designing this infrastructure is the data which are not always available, so that engineer should have found another way to determine the design flood method trough some approaches. One of the approaches is Synthetic Unit Hydrograph ( SUH) method. The aims of this research are observing SUH which fit with watershed observed with some reasons, besides getting some information and understanding about important factors that will be considered in formulating the SUR. This research is established in some sub-watershed such as: Brantas Hulu, Lesti, Keduang, Alang, Progo Hul~ Bedhog and Code. There are five SUH that will be used to be observed ie. Gama 1, Limantara, Snyder, Nakayasu and Clark. This research was done by doing some comparison in two performances such as : time to peak and peak discharge, among each SUH with observed UH (Collins Method) and also with the discharge prediction through frequency analysis of the maximum recorded discharges. Gama I SUH and Limantara SUR showing their best performance in time to peak and also peak discharge among the others SUH. In the other side, there should be some improvement needed by Limantara SUR, because of its formula that have not compatible yet with statistical analysis concept and also with flow continuity equation. The average of peak discharge relative error between frequency analysis and Collins method's are different when it compare with observed peak discharge. It could be happen because of some factors such as : lack of flood case samples, incompatible phi index, lack of rainfall data, inaccuracy .in frequency analysis, inaccurate measurement in physicaVgeometric parameters, and invalid land use information and others parameters that have not involved yet into the formulation of SUH. Keywords: Unit Hydrograph (UH), Synthetic Unit Hydrograph ( SUH), design of discharge, time to peak, peak discharge, SUR's parameters

Pembangunan infrastruktur di bidang sumberdaya air di Indonesia sangat diperlukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketelitian desain bangunan air merupakan hal penting baik ditinjau dari segi keamanan dan juga dari segi ekonomi. Keterbatasan data debit seringkali menihamba1 ~rbaogmmy~ infrastrukur yang bandal, efektif dan efisien. Sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut, maka dilakukan suatu pendekatan perkiraan debit banjir rancangan. Salah satu caranya yaitu melalui pembuatan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS). Dalam penelitian ini dilakukan kajian Wituk mengetahui HSS yang tepat untuk diterapkan di daerah kaji~ selain itu pula diharapkan akan didapatkan pemahaman mengenai parameter-parameter yang berpengaruh dalam proses perwny~ I-ISS. Penelitian dilakukan menyebar di tqjuh DAS yaitu DAS Brantas Hulu, DAS Lesti, DAS Keduang, DAS Alang, DAS Progo Hulu, DAS Bedhog dan DAS Code. Metode penelitian dilalrukan dengan cara melakukan pembandingan antara basil hitungan hidrograf satuan, debit banjir rancangan dengan metode HSS Gama I, HSS Limantara, HSS Snyder, HSS Nakayasu, HSS Clark dengan basil hitungan hidrograf satuan dan debit banjir rancangan terukur dengan cara Collins dan juga dengan debit banjir rancangan basil analisis frekuensi data debit banjir teru.kur. Dari basil penelitian menunjukkan HSS Gama I dan HSS Limantara menunjuklcan lcinerja yang cukup baik dibandingkan HSS lainnya baik dari faktor waktu puncak maupun debit puncak. HSS Limantar.l perlu dikaji lebih lanjut kM~~ l:>ebera.pa parameter dalam persamaannya tidak sesuai dengan kaidah statistik dan persamaan kontinuitas aliran. Penyimpangan debit banjir pWicak rnasing-masing HSS terhadap debit banjir puncak basil analisis frekuensi berbeda dengan besamya penyimpangan terhadap debit banjir puncak dari HS terukur cara Collins. Hal ini diantaranya dikarenakan terdapat berbagai sumber kesalahan seperti: jwnlah kasus banjir yang terbatas, penentuan phi indeks terukur yang tidak sesuai, data hujan yang kurang , minimnya data distribusi hujan jam - jaman, proses analisis frekuensi yang tidak benar, pengukuran parameter fisik/ geometri DAS yang kurang teliti, informasi tata guna laban yang lrurang valid dan faktor fisik lainnya yang belum diperbitungkan. Kata kunci: hidrograf satuan (HS), hidrograf satuan siDtetik (HSS), debit rancangan, waktu puncak. debit puncak. parameter HSS

Kata Kunci : hidrograf satuan (HS), hidrograf satuan siDtetik (HSS), debit rancangan, waktu puncak. debit puncak. parameter HSS

  1. S2-FTK-2011-YTrianaDewi-Abstract.pdf  
  2. S2-FTK-2011-YTrianaDewi-Blibliography.pdf  
  3. S2-FTK-2011-YTrianaDewi-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FTK-2011-YTrianaDewi-Title.pdf