Laporkan Masalah

Pengarusutamaan Gender dalam Implementasi Program Keluarga Berencana di Kota Yogyakarta

MUTHIA ANDRIANI, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik. M.Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Pengarusutamaan gender pada suatu program memerlukan akomodasi agar dapat diimplementasikan oleh pemerintah. Di dalam program KB pengarusutamaan gender masih relatif asing karena cenderung bertujuan untuk menwujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Seharusnya tidak perlu ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan kontraspsi, namun di masyarakat Kota Yogyakarta masih terdapat tantangan untuk melakukan pengarusutamaan gender. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui aspek yang sudah dan belum diakomodasi dalam program KB dan pentingnya pengarusutamaan gender dalam program KB. Hasil menunjukkan bahwa ada sejumlah aspek pengarusutamaan gender yang sudah diakomodasi dan yang belum maksimal dilakukan. Aspek yang belum diakomodasi masih menjadi hambatan dan tantangan pemerintah dan perlu diintervensi melalui kebijakan sosial agar selaras dengan tujuan kesetaraan gender.

The implementation of gender mainstreaming needs an accommodation in order to be well implemented by the government. In family planning programs, gender mainstreaming is still relatively unfamiliar because of the main goals of it is gender equality and justice. It would be no difference between men and women in the use of contraception, but the people of Yogyakarta City still tend to hamper gender mainstreaming. This research was conducted with a qualitative descriptive method to determine aspects that have been and have not been accommodated in family planning programs and the importance of gender mainstreaming in family planning programs. The results show that there are a number of aspects of gender mainstreaming that have been accommodated and which have not been maximized. Aspects that have not been accommodated are still obstacles and challenges for the government and need to be intervened through social policies to be in line with the goals of gender equality itself.

Kata Kunci : gender, kesetaraan, keluarga berencana, akomodasi

  1. S1-2019-367513-abstract.pdf  
  2. S1-2019-367513-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-367513-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-367513-Title.pdf