Laporkan Masalah

KEBERLANGSUNGAN PENDIDIKAN BAGI PEKERJA ANAK PADA SEKTOR PERTAMBANGAN PASIR LERENG GUNUNG MERAPI KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG

Tessa Wulandari, Amelia Maika, MA, M.Sc., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Pendidikan merupakan hal penting bagi setiap individu karena berpengaruh terhadap setiap lini kehidupan dan dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah mempunyai peran besar bagi keberlangsungan pendidikan masyarakatnya terutama anak-anak, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak pada setiap jenjang, termasuk pekerja anak di sektor pertambangan pasir. Anak-anak ini memilih untuk bekerja di salah satu sektor berbahaya dan mengesampingkan pendidikan mereka. Penelitian ini mengkaji keberlangsungan pendidikan pekerja anak di sektor pertambangan pasir dan peran pemerintah terutama Dinas Pendidikan dalam menjamin pendidikan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi dan wawacara, kemudian analisis data menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak bekerja karena faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan sosial. Dalam konteks keberlangsungan pendidikan, terdapat anak yang putus sekolah dan ada yang masih sekolah. Pekerja anak putus sekolah menambang dari pagi hingga sore hari, sedangkan mereka yang masih menempuh pendidikan bekerja selepas pulang sekolah. Program pemerintah untuk mendukung keberlangsungan pendidikan diantaranya adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), Penanggulangan Kemiskinan (Golkin), dan Pendidikan Kesetaraan. Program ini berlaku umum dan sebagian fokus untuk keluarga miskin, namun tidak ada program spesifik untuk pekerja anak di sektor pertambangan pasir. Dinas Pendidikan sebagai institusi pemerintah tidak memberikan perhatian lebih kepada pekerja anak dan tidak menjadikan sebagai urgensi tersendiri, sehingga tidak ada kebijakan keberlangsungan pendidikan pekerja anak.

Education is an important aspect of life that increase the quality of human resources. Government is responsible for continuation of education for the people especially the children as the next generation. All children are entitled to have better education including of those who work in dangerous environment and sector and had to drop out of school. This research aims to examine sustainability of education among children who work in sand mining sector and government’s role through the Education Office to guarantee sustainability of their education. This research use qualitative method with case study approach. Data are collected through interview and observation, which then are analyzed using descriptive analysis. Findings from this research show that the children working because of the economic factor and social friendship life. In terms of sustainability of education, some children were drop out from school, while others still continue their education. The dropout-child-labor work in sand mining from the morning to evening, on the other hand, the child labor who still studying work after school. The goverments program to support the education sustainability that is Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), Penanggulangan Kemiskinan (Golkin), and Pendidikan Kesetaraan. This program for the public and focused on the poor family but there is no specific program for the child labour in sand mining sector. The Education Office as a government institution is not giving more attention to the child labor and thought that there’s no urgent from this phenomenon, so there’s no guarantee for the continuity of the child labor education.

Kata Kunci : pekerja anak, pendidikan, pertambangan pasir

  1. S1-2019-379863-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379863-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379863-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379863-title.pdf