Pemantauan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta Tahun 2015-2035 Pada Materi Penggunaan Lahan Menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis
FAJAR DWI RUSTIANTO, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIPerubahan penggunaan lahan menjadi salah satu indikator aspek fisik perkembangan kota. Seiring dengan berkembangnya teknologi ternyata teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau dan mengevaluasi hal tersebut. Pemantauan ini dilakukan untuk merencanakan dan mengembangkan kebijakan-kebijakan pembangunan dalam rangka mewujudkan kemajuan perekonomian, sosial dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah setempat membuat beberapa kebijakan pembangunan yang salah satunya dituangkan ke dalam bentuk rencana detail tata ruang (RDTR). Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis pada materi pemantauan penggunaan lahan terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kecamatan dan melakukan pemantauan keselarasan penggunaan lahan eksisting tahun 2018 terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Tegalrejo tahun 2015-2035. Pemantauan keselarasan dilakukan dengan menggunakan analisis dan metode komparasi. Secara teknis, komparasi dilakukan dengan membandingkan persentase luas rencana pola ruang yang ada pada RDTR tahun 2015-2035 dengan persentase luas penggunaan lahan yang sudah direklasifikasikan. Hasil pemantauan keselarasan menunjukkan pada Kelurahan Bener (subblok L1) memiliki persentase 26% selaras dan 74% tidak selaras, Kelurahan Karangwaru (subblok L2) memiliki persentase 87% selaras dan 13% tidak selaras Kelurahan Kricak (subblok L3) memiliki persentase 27% selaras dan 73% tidak selaras, dan Kelurahan Tegalrejo (subblok L4) memiliki persentase 92% selaras dan 8% tidak selaras. Hasil ini dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Tegalrejo tahun 2015-2035 baik yang sudah terlaksana, tidak terlaksana, dan belum terlaksana untuk dijadikan pertimbangan pemerintah setempat dalam merumuskan kebijakan pembangunan di masa mendatang.
Land use change becomes one indicator of the physical aspect of city development. Along with the development of technology, it can say that remote sensing technology can be used to monitor and evaluate it. This monitoring is conducted to plan and develop development policies in order to progress on economic advances, social, and local communities culture. In addition, the local government made any development policies which is formed to detailed spatial planning (RDTR). The aims of this research are to utilize remote sensing and geographic information systems data for monitoring land use material in subdistrict detailed spatial planning (RDTR) monitor suitability existing of land use in 2018 with detailed spatial planning (RDTR) Tegalrejo Subdistrict in 2015-2035. Monitoring of suitability is used overlay analysis dan comparison method. Technically, the comparison method is done by comparing the wide percentage of existing detailed spatial planning in 2015-2035 with the percentage of land use already in the reclassify. The results show in Bener Urban Village (subblock L1) has percentage 26% suitable and 74% unsuitable, Karangwaru Urban Village (subblock L2) has percentage 87% suitable and 13% unsuitable, Kricak Urban Village (subblock L3) has percentage 27% suitable and 73% unsuitable, and in Tegalrejo Urban Village (subblock L4) has percentage 92% suitable and 8% unsuitable. This result can be used to know the implementation of detailed spatial planning (RDTR) Tegalrejo Subdistrict in 2015-2035 which are has been done, not done, and not yet done to be local government considerations in formulating future development policies.
Kata Kunci : Rencana Detail Tata Ruang, Penggunaan Lahan, Penginderaan Jauh/ Detailed Spatial Planning, Land Use, Remote Sensing