FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO ATTENTION-DEFICIT AND HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA YOGYAKARTA
YULFATIN HIDAYAH, Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., Ph.D. ; Sri Hartini, S.Kep,Ns.,M.Kes., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANINTISARI Latar Belakang: ADHD merupakan kondisi gangguan pada neurokognitif dan perilaku yang memiliki karakteristik adanya ketidakmampuan pemusatan perhatian, hiperaktivitas dan impulsivitas. ADHD paling sering terjadi pada anak-anak dan dapat berkembang hingga dewasa. Pencegahan dini dan deteksi dini perlu dilakukan pada anak usia preschool untuk penanganan lebih awal. Tujuan : Mengetahui gambaran risiko ADHD pada anak TK di Kota Yogyakarta dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan risiko ADHD. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional melalui teknik wawancara. Sampel merupakan anak usia preschool (3-6 tahun) di Kota Yogyakarta berjumlah 1086 anak. Berdasarkan kriteria inklusi eksklusi didapatkan responden sebanyak 166 anak. Responden didapatkan dengan cara random sampling dan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen ACPRS berjumlah 10 item yang dinilai oleh orangtua. Hasil: Persentase anak yang memiliki risiko ADHD sebesar 14,5% yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan dengan perbandingan 2:1 dan rerata usia 5,6 tahun. Faktor risiko yang memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko ADHD diantaranya penghasilan ibu (p = 0,022) dan riwayat gangguan ADHD pada keluarga atau kerabat (p = 0.049). Hasil multivariat menunjukkan tidak ada variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko ADHD (p > 0,05). Namun terdapat variabel yang memiliki pengaruh terhadap meningkatnya risiko ADHD diantaranya jenis kelamin (OR = 2,095, IK 95% : 0,78-5,57), ibu perokok aktif selama hamil (OR = 2,673, IK 95% : 0,44-16,05), riwayat genetik (OR = 2,009, IK 95% : 0,68-5,88). Kesimpulan: Sebanyak 14,5 % anak memiliki risiko ADHD, dan tidak semua faktor risiko berpengaruh pada risiko terjadinya ADHD. Kata Kunci: anak preschool, faktor risiko, risiko ADHD
ABSTRACT Background: ADHD is a common neurodevelopmental and behavioral disorder which stands out by having inattentiveness, hyperactivity and impulsivity. ADHD is most common occured in children and it can develop in adulthood period. Early detection need to be conducted for preschoolers prevent it occurred in the later period. Objective:To find out the risk of having ADHD for preschooler students in Yogyakarta city and also to know the risk factors related to the risk of ADHD. Research Method:This study was a descriptive study with a cross-sectional design. The sample consisted of 1086 children who were in preschoolers (3-6 years) in the Yogyakarta city. There was 166 respondents recruited based on the inclusion and exclusion criteria using random sampling and consecutive sampling.The data was collected using ACPRS instruments by interviewing stundents’s parents. Results: There were 14.5% of children had an ADHD risk included boys and girls with a combined 2:1 in the average age of 5.6 years. The risk factors had a significant relationship with the risk of having ADHD were mother’s income (p = 0.022) and a genetic history (p = 0.049). The multivariate results showed there was no significant relationship with the risk of having ADHD (p >0.05). The variables which contributed in having ADHD risks were showed by active smokers during pregnancy (OR=2.098, CI 95%: 0,32-13,51), gender of child (OR = 2,095, CI 95%: 0,78-5,57), and genetic inheritance of ADHD (OR = 2,364, CI 95 %: 0,77-7,23). Conclusion:As many as 14,5 % had a risk for having ADHD, while not all risk factors contribute for risk ADHD. Keywords: preschoolers, risk factors, risk for ADHD.
Kata Kunci : anak preschool, faktor risiko, risiko ADHD/ preschoolers, risk factors, risk for ADHD.