Laporkan Masalah

FOREIGN POLICY ANALYSIS: A CASE STUDY OF JAPAN AND CHINA AGGRESSIVE FOREIGN POLICY ON THE SENKAKU ISLANDS DISPUTE

MUHAMMAD FATHURRAHMAN, Drs. Usmar Salam, M.I.S.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Pertikaian kepulauan telah lama menjadi topik utama dalam studi hubungan internasional, telah mengubah konflik yang tak pernah berakhir dan memecah belah bangsa selama beberapa dekade. Kepulauan Senkaku yang disengketakan terletak di antara Jepang dan Cina telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan di mana permusuhan telah meningkat sejak pertama kali muncul. Kebijakan luar negeri sebagai instrumen perang digunakan oleh masing-masing negara untuk memaksa setiap potensi ancaman yang diluncurkan oleh kedua negara. Dengan demikian, intensitas perselisihan menarik pertengkaran yang agresif dalam bentuk kebijakan luar negeri. Kepulauan Senkaku memiliki banyak keuntungan dalam bidang militer, ekonomi, dan geopolitik. Sumber daya alam yang semakin meningkat telah menarik kedua negara yang bertikai untuk mencoba menyatakan klaim kuat mereka atas pulau-pulau yang disengketakan. Pertukaran kebijakan luar negeri yang agresif telah mengubah kawasan itu menjadi kekacauan tanpa akhir, dipicu oleh segala kemungkinan yang bisa berubah menjadi seruan perang absolut. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menampilkan permusuhan yang telah menyebabkan Jepang dan Cina terus-menerus bersaing dalam mengklaim Kepulauan Senkaku yang disengketakan. Ini menunjukkan bagaimana pulau-pulau kecil seperti itu memicu permusuhan yang tak berkesudahan selama beberapa dekade. Selain itu, tesis ini menjelaskan masalah perselisihan Kepulauan Senkaku dengan perang kebijakan luar negeri karena Cina dan Jepang telah saling menargetkan masing masing menggunakan kebijakan luar negeri yang agresif yang berasal dari tekanan internal dan eksternal. Kedua negara menstrategikan keunggulan dan kemampuan maksimalnya untuk memenangkan perlombaan dalam mengklaim pulau tersebut. Akibatnya, banyak kebijakan dibuat untuk melawan satu sama lain, dan beberapa dari kebijakan luar negeri itu adalah kebijakan yang rawan perang karena efeknya yang berbahaya yang dapat mengganggu kestabilan ruang politik di wilayah itu.

Islands dispute has long been a prominent topic in the field of international relations, it has turned a never-ending conflict and divide nations for decades. The disputed Senkaku Islands are situated between Japan and China has reach into an alarming stage where hostility has been escalating ever since it was instigated. Foreign policy as the instrument of war is being used by each state to compel any potential threat launched by both respective countries. Thus, the intensity of the dispute draws an aggressive altercation in the form of foreign policy. Senkaku Islands hold large amount of advantages in military, economy, and geopolitics. Its mounting natural resources have attracted the two contending nations to try to proclaim their robust claim upon the disputed islands. An exchange of aggressive foreign policy has turned the region to an endless of chaos, provoked by any possibility that could turn into an absolute war cry. The aim of this thesis is to display the hostility that has caused both Japan and China to continuously contest to claim the disputed Senkaku Islands. It shows how such islet of lands induce an endless hostility for so many decades. Moreover, this thesis explains the issue of Senkaku Islands dispute with foreign policy war as both China and Japan have been targeting each other using an aggressive foreign policy derived from internal and external pressure. Both countries strategized to excel its maximum capabilities to win the race in claiming the islands. As a result, many policies were made to counter attack each other, and some of those foreign policies are war-prone policies due to its harmful effect that could destabilize the political sphere in that region.

Kata Kunci : Senkaku Islands, foreign policy, neoclassical realism, Shinzo Abe, Xi Jinping, hostility.

  1. S1-2019-386857-abstract.pdf  
  2. S1-2019-386857-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-386857-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2019-386857-title.pdf