Laporkan Masalah

Wacana Pluralisme Dalam Bingkai Demokrasi: Studi atas Aksi Intoleransi di Yogyakarta Tahun 2016-2018

AYU DWI SUSANTI, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Pada tahun 2016-2018, rentetan aksi intoleransi terhadap minoritas yang terjadi di wilayah Yogyakarta tentu tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Kecenderungan ini dibentuk oleh banyak faktor yang kerumitannya bisa saling terhubung dan tumpang tindih satu sama lain. Adanya faktor latar belakang yang saling berkelindan membuat aksi intoleransi tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini rumusan masalah yang diajukan yaitu mengungkap latar belakang dan konteks terjadinya aksi intoleransi dengan mengaitkan dimensi lokal, meliputi aspek politik, ekonomi, dan sosial-budaya serta memperhatikan adanya momentum nasional. Teori struktur kesempatan politik, modal sosial, dan politik identitas digunakan sebagai pisau analisis untuk membedah faktor-faktor tersebut. Tidak hanya mengungkap latar belakang, penelitian ini juga mendefinisikan pemaknaan pluralisme apabila dikaitkan dengan isu intoleransi yang terjadi di Yogyakarta sebagai rumusan masalah kedua. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan ada banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya aksi intoleransi di Yogyakarta, antara lain krisis keistimewaan, pergulatan kekuatan ekonomi-politik, kontestasi identitas yang berlangsung sejak lama, dan momentum nasional. Faktor-faktor tersebut berkelindan satu sama lain membentuk sebuah pola dan kemapanan pada kelompok yang melakukan tindak intoleransi. Selain itu, pluralisme yang dirasa menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi atau meminimalisasi terjadinya aksi intoleransi ternyata dalam proses pemaknaannya mengandung beragam perspektif dan tidak bisa ditunggalkan dalam satu makna saja.

In the year 2016-2018, the sequence of action of intolerance to the minority that occurred in the region of Yogyakarta certainly can not be explained simply. This tendency is formed by many factors whose complexity can be interconnected and overlap with each other. The existence of a background factor of each other and make the action of intolerance can not be seen from one point of view. Based on this, in this study, the problem has been proposed to uncover the background and context of the action of intolerance by associating local dimensions, covering the political, economic, socio-cultural aspects and observing the national momentum. The structure theory of political opportunities, social capital, and identity politics was used as a knife of analysis to dissect these factors. Not only revealing the background, this research also defines the use of pluralism when associated with the issue of intolerance occurring in Yogyakarta as the second problem formulation. The research methods used are qualitative approaches by collecting data through in-depth interviews and literary studies. The results of the study showed that there are many factors behind the occurrence of intolerance in Yogyakarta, such as the privilege crisis, political economic strength competition, long-lasting identity contestation, and national momentum. These factors are intertwined with each other forming a pattern and establishment in a group of intolerance. In addition, pluralism which is felt to be one of the exits to overcome or minimize the occurrence of the action of intolerance turns out in the process of its use contains a variety of perspectives and can not be left in one sense only.

Kata Kunci : Intoleransi, Ekonomi dan Politik, Kontestasi Identitas, Struktur Kesempatan Politik, Modal Sosial, dan Pluralisme.

  1. S1-2019-384295-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384295-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384295-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384295-title.pdf