STRATEGI ALIANSI MASYARAKAT PEDULI PENDIDIKAN YOGYAKARTA DALAM MENGADVOKASI MASYARAKAT TERKAIT PUNGUTAN LIAR DI SEKOLAH KOTA YOGYAKARTA
Indah Sukmawati, Dra.Ambar Teguh Sulistiyani,M.Si. ; Dr.Phil. Ely Susanto, S.I.P., MBA ; Dr.Bevaola Kusumasari,S.I.P., M,Si
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPungutan liar (pungli) merupakan salah satu masalah masih kerap menghantui dunia pendidikan di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Yogyakarta yang merupakan salah satu kota pelajar yang ada di Indonesia. Praktik-praktik pungutan liar tersebut menjadi kebiasaan yang terus-menerus menjangkiti dunia pendidikan. Pemerintah dianggap masih belum maksimal dalam melakukan pemberantasan terhadap pungutan liar. Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPPY) Yogyakarta yang merupakan gabungan dari beberapa LSM di Yogyakarta mencoba untuk fokus terhadap pemberantasan pungutan liar di Kota Yogyakarta. Sebagai sebuah aliansi yang terdiri dari beberapa LSM tentu saja menarik untuk melihat bagaimana strategi advokasi yang digunakan oleh aliansi ini untuk melakukan pemberantasan pungutan liar. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana strategi advokasi yang dilakukan oleh AMPPY untuk melakukan pemberantasan pungli di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Untuk membantu penelitian ini mendapatkan fokus yang diinginkan maka digunakan teori advokasi, LSM, dan strategi advokasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa bentuk-bentuk strategi advokasi AMPPY dalam menangani masalah Pungli yang ada di Kota Yogyakarta. Terbentuknya Aliansi Masayarakat berawal dari penanganan masalah yang ditangani oleh LSM Sarang Lidi yaitu kasus Penahanan Ijazah dan Pungutan sumbangan Pembangunan Siswa baru dari salah satu sekolah menengah di Yogyakarta, dengan adanya kasus tersebut menarik perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat yang lainnya untuk turut berpartisipasi membantu memberantas adanya masalah-masalah yang terjadi dalam Bidang Pendidikan. Kompleksitas masalah dalam bidang pungli sangat berpengaruh terhadap perumusan strategi yang digunakan oleh AMPPY di lapangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, AMPPY menggunakan dua strategi yaitu strategi aras mikro dan aras mezzo. Untuk strategi aras mikro dilakukan dengan pendampingan dan konseling. Sedangkan untuk strategi aras mezzo dilakukan dengan cara mengikuti saluran-saluran resmi negara seperti advokasi melalui legislasi, melaporkan kejadian melalui lembaga resmi negara, serta membentu jejaring atau koalisi.
Illegal levies are one of the problems that often haunt the world of education in Indonesia. No exception in the city of Yogyakarta, which is one of the student cities in Indonesia. The practices of illegal levies have become a habit that continues to infect the world of education. The government is considered still not maximal in eradicating illegal levies. The Yogyakarta Community Care Concern (AMPPY) Alliance which is a combination of several NGOs in Yogyakarta tries to focus on eradicating illegal levies in the city of Yogyakarta. As an alliance consisting of several NGOs, of course it is interesting to see how the advocacy strategy used by this alliance is to eradicate illegal levies. Therefore, this study tries to see how the advocacy strategy carried out by AMPPY to eradicate extortion in the city of Yogyakarta. This study uses descriptive qualitative methods with a case study approach. To help this research get the desired focus, advocacy theory, NGOs and advocacy strategies are used. The results of this study illustrate that AMPPY's advocacy strategies in dealing with extortion issues in the city of Yogyakarta. The formation of the Community Alliance began with the handling of the problems handled by the NGO Sarang Lidi, namely the case of diploma detention and donations for development of new students from one of the secondary schools in Yogyakarta, with this case attracting the attention of other NGOs to eradicate problems problems that occur in the Education Sector. The complexity of the problems in the extortion field is very influential on the formulation of the strategies used by AMPPY in the field. From the results of the research conducted, AMPPY used two strategies namely micro level and mezzo level strategy. For micro level strategies carried out by mentoring and counseling. Whereas the mezzo level strategy is carried out by following official state channels such as advocacy through legislation, reporting incidents through official state institutions, and forming networks or coalitions
Kata Kunci : Pungutan Liar, Peran LSM, Advokasi, Strategi Advokasi / Illegal Levies, Role of NGOs, Advocacy, Advocacy Strategy