Laporkan Masalah

KEPENTINGAN AUSTRALIA PADA PEMBERIAN BANTUAN KEMANUSIAAN KE PENGUNGSI ROHINGYA DI TAHUN 2017

Nadya Imerelda Tambunan, Atin Prabandari. MA.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Australia dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki kebijakan yang keras terhadap pengungsi dan pencari suaka yang datang ke negara tersebut. Hal ini khususnya terlihat pada masa pemerintahan Tony Abott melalui pengimplementasian Operation Sovereign Border (OBS) atau kebijakan Stop The Boat. Salah satu kasus kontroversial pada masa pemerintahan Abott melalui kebijakan tersebut adalah pemutarbalikkan kapal yang memuat 8000 pengungsi Rohingya di tahun 2015, yang pada saat itu datang akibat ekskalasi konflik di Rakhine. Pada tahun 2017, dalam merespon ekskalasi konflik di Rakhine yang kembali terjadi, pemerintahan Malcolm Turnbull mengubah kebijakan Australia, dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke kemah pengungsi di Cox Bazar, Bangladesh Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepentingan Australia dibalik perubahan kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini teori realisme neoklasik, model strategi raya, dan konsep kepentingan strategis Australia digunakan sebagai kerangka berpikir dalam menjawab pertanyaan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yakni melalui studi literatur, dan dengan menggunakan metodologi realisme neoklasik. Dengan menggunakan kerangka berpikir realisme neoklasik, diketahui bahwa perubahan kebijakan tersebut disebabkan dua hal. Yang pertama adalah karena adanya kepentingan tambahan Australia untuk menciptakan buffer zone bagi arus pengungsi Rohingya di Asia Pasifik. Selanjutnya, Australia juga memiliki kepentingan strategis untuk mencegah populernya isu krisis Pengungsi Rohingya di kalangan masyarakat Australia. Apabila hal ini terjadi, maka hubungan negara tersebut dengan Cina dapat terganggu akibat potensi boikot yang mungkin dilakukan masyarakat Australia terhadapp Cina. Dalam hal ini, aktor non negara, seperti organisasi pemberi bantuan dana, memiliki peran yang cukup signifikan dalam menentukan hasil akhir kebijakan luar negeri suatu negara, karena dapat mempengaruhi perubahan strategi raya Australia.

Australia is known for its tough policy against refugees and asylum seekers who came to seek protection to the country. This is particularly evident through the operationalization of Operation Sovereign Border (OBS) or Stop The Boat policy during the Tony Abbott government. One of the most controversial cases that were caused by this policy is the turning back of a boat containing 8000 Rohingya refugees in 2015, as they came because of the escalating conflict in Rakhine. To respond to the escalating conflict in Rakhine, Malcolm Turnbull government decided to modify Australia policy, by sending humanitarian assistance to Rohingya refugee camps in Cox Bazar, Bangladesh, in 2017. The aim of this research is to investigate Australia interests through the changing policy. In this study, the neoclassical realism theory, grand strategy model, and Australia strategic interest concept were applied as the main theoretical framework. The data collection process was done by using a qualitative method, by doing a literature review, and employing neoclassical realism methodology. Through the neoclassical realism theoretical framework, it was discovered that the policy change was caused by two important factors. The first one is because of the auxiliary goal of Australia, which is to create a buffer zone for the Rohingya refugee in the Pacific Asia Region. And the second was because of Australia strategic interest, which is to prevent the popularization of the Rohingya refugee crisis issue within the Australian society. If the issue got popular and attract the public interest, it could harm the diplomatic relation between China and Australia, as it will potentially cause the Australian boycotting Chinese products. Through this case, it was known that non-state actor could influence the change of a state foreign policy as it caused the strategic adjustment in the grand strategy of Australia.

Kata Kunci : Kata kunci: Realisme neoklasik, strategi raya, pengungsi, Rohingya, Australia, kebijakan luar negeri, Keywords: Neoclassical realism, grand strategy, refugee, Rohingya, Australia, foreign policy

  1. S1-2019-378621-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378621-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378621-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378621-title.pdf