Laporkan Masalah

GAMBARAN PERSEBARAN KASUS TUBERKULOSIS PARU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PUSKESMAS DEPOK III SLEMAN

SATYA AJI PRATAMA, M. Syairaji, S.K.M., M.P.H.

2019 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Latar belakang : Tuberkulosis paru merupakan sepuluh besar penyakit menular dunia. Di kabupaten Sleman kasus tuberkulosis paru yang tertinggi berada di Puskesmas Depok III Sleman sebanyak 38 kasus tahun 2018. Penggunaan Sistem Informasi Geografis belum dilakukan dan peta masih manual. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis belum digunakan untuk pengambilan keputusan lebih akurat. Tujuan : Mendeskripsikan persebaran kasus tuberkulosis paru menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis di Puskesmas Depok III Sleman. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah semua penderita tuberkulosis paru yang berada di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman pada tahun 2018 sebanyak 38 penderita. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial menggunakan Quantum GIS 2.0.1. Hasil : Jumlah kasus tuberkulosis tertinggi tahun 2018 terjadi di dukuh Papringan (16%). Kelompok umur 15-24 tahun merupakan kelompok umur paling banyak kasus tuberkulosis paru (32%). Jenis kelamin yang terinfeksi terbanyak adalah laki-laki (61%). Penderita kasus tuberkulosis terbanyak berdasarkan pekerjaan adalah tidak bekerja (68%). Ditemukan pengelompokan kasus di dukuh Ngentak-Tempel dan Santren-Karang Gayam. Pola persebaran kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Depok III Sleman menggunakan analisis Average Nearest Neighbor adalah acak. Kesimpulan : Kasus tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman dapat dipetakan dan dianalisis menggunakan SIstem Informasi Geografis. Pemegang program terkait sebaiknya memberi sosialisasi berupa poster ke dukuh Tempel, Ngentak, Santren, Karang Gayam dan kelompok umur 15-24 tahun.

Background : Tuberculosis paru is still one of infection disease highest tenth in th world. The highest case in Sleman is Puskesmas Depok III Sleman with 38 patients in 2018. Geographic Informational System is not done accordingly and map older. Utilization of Geographic Information System have not been used to decision making than accurate. Objective : Distribution discription of tuberculosis pulmo use Geographic Information System approach in Puskesmas Depok III Sleman. Methods : This study used a descriptive quantitave method with a cross sectional design. Samples from this study were all with tuberculosis in working area Puskesmas Depok III Sleman in 2018 , 38 patients were tuberculosis. Data collection techniques by means of documentation. Data analysis was performed using univariat analysis and spatial analysis using Quantum GIS 2.0.1. Results : The highest of case tuberculosis in 2018 was found in sub-district Papringan with 6 patients (16%). The age group 15-24 years old is highest of case tuberculosis (32%). Male is the highest of case tuberculosis (61%). Many lung sufferers who do not have a job (68%). Found high area of case of tuberculosis in sub-district Ngentak, Papringan, and Santren. The pattern of distribution of tuberculosis in Puskesmas Depok III Sleman use Average Neaerest Neighbor analysis is random. Conclusion : the case of tuberculosis in working area of Puskemas Depok III Sleman can be mapped and analyzed using a Geographic Information System. Holders of related programs than regulary like poster to sub-district Tempel-Ngentak, Santren-Karang Gayam and the age group 15-24 years old.

Kata Kunci : Tuberkulosis paru, SIG, Quantum GIS

  1. D3-2019-401566-abstract.pdf  
  2. D3-2019-401566-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-401566-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-401566-title.pdf