Laporkan Masalah

Panda Diplomacy dalam Manajemen Hubungan Bilateral Cina - Indonesia (2008-2017)

NEISHA PRABANDARI K, Dr. Siti Muti'ah Setyawati, M.A., Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, S.I.P., M.A.(IR), Yunizar Adiputera, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Skripsi ini membahas tentang tindakan Cina yang baru merealisasikan panda diplomacy terhadap Indonesia pada tahun 2017. Panda diplomacy Cina terhadap Indonesia sudah diinisiasi sejak tahun 2008 dan ditawarkan secara resmi oleh Presiden Cina, Hu Jintao kepada Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2010 yaitu saat kedua negara merayakan "Tahun Persahabatan Cina - Indonesia" ke-60. Akan tetapi, realisasi panda diplomacy terus mengalami penundaan sejak tahun 2015. Hingga kemudian, panda diplomacy baru direalisasikan oleh Cina pada tanggal 28 September 2017. Indonesia menerima kehadiran dua panda Cina yang bernama Cai Tao dan Hu Chun yang tinggal di Taman Safari Indonesia, Bogor. Dengan menggunakan konsep modern diplomacy, skripsi ini melihat bahwa pada dasarnya panda diplomacy merupakan bagian dari upaya manajemen hubungan bilateral Cina dengan Indonesia agar semakin kuat dan harmonis. Hal ini sesuai dengan karakteristik panda diplomacy sebagai bagian dari politik luar negeri Cina yang melambangkan hubungan kerjasama yang erat dan persahabatan. Sedangkan keputusan Cina yang baru merealisasikan panda diplomacy terhadap Indonesia pada tahun 2017, dapat dianalisis menggunakan two-good theory. Pada waktu tersebut, terdapat urgensi bagi Cina untuk "maintenance" hubungan dan kerjasama bilateral yang erat dengan Indonesia di tengah ancaman yang muncul akibat sengketa kedua negara di wilayah Perairan Natuna.

This thesis discusses the neely realized China's panda diplomacy towards Indonesia in 2017. China's Panda diplomacy towards Indonesia has been initiated since 2008 and officially offered by Chinese President, Hu Jintao to the Indonesian President, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) in 2010 that is when the two countries celebrate the 60th "Year of Chinese-Indonesian Friendship." However, the realization of panda diplomacy has continued to experience delays since 2015. Until then, the new panda diplomacy was only actualized by China on September 28, 2017. Indonesia accepted the arrival of two Chinese pandas named Cai Tao and Hu Chun who now reside in Taman Safari Indonesia, Bogor. Using the concept of modern diplomacy, this thesis argues that panda diplomacy is fundamentally a part of efforts to manage a more harmonious and stronger China's bilateral relations with Indonesia. This is in accordance with the characteristics of panda diplomacy as part of Chinese foreign policy which symbolizes a close relationship of cooperation and friendship. Whereas the China's decision which has only realized the panda diplomacy against Indonesia in 2017, can be analyzed using a two-good theory. At that time, there was an urgency for China to "maintain" relations and close bilateral cooperation with Indonesia amid threats arising from the disputes between the two countries in the Natuna Waters region.

Kata Kunci : panda diplomacy, Cina, Indonesia, modern diplomacy, two-good, maintenance

  1. S1-2019-335821-abstract.pdf  
  2. S1-2019-335821-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-335821-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-335821-title.pdf