Laporkan Masalah

Perencanaan Suplai Energi Listrik di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Menggunakan Reaktor Iris

RIZKA MAHENDRA, Ahmad Agus Setiawan, S.T.,M.Sc., Ph.D.;Dr. Alexander Agung, S.T., M.Sc

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIR

Energi listrik merupakan sebuah kebutuhan pokok bagi seluruh manusia pada abad 20. Kebutuhan akan energi listrik di masa depan akan semakin meningkat dan tak terpisahkan dari keseharian manusia. Pemenuhan kebutuhan listrik merupakan salah satu bagian penting dari agenda pemerintah Indonesia dalam menyejahterakan rakyatnya. Pengembangan pembangkit listrik dengan sumber energi baru dan terbarukan sangat penting dilakukan, mengingat sumber daya konvensional yang semakin habis. Nuklir sebagai salah satu energi baru dapat digunakan sebagai salah satu pengganti sumber daya konvensional. International Reactor Innovative and Secure (IRIS) merupakan Light Water Reactor (LWR) yang mampu menghasilkan daya sedang (335 MWe) namun ukuran yang kecil. Dia mampu digunakan untuk meningkatkan kontribusi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam bauran energi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Simulasi Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) menghasilkan bauran energi untuk tahun 2028 (akhir tahun pembangunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)) dan 2050 (target pemerintah). Bauran tahun 2028 adalah batu bara 49,50%, gas bumi 30,73%, minyak bumi 10,48% dan EBT 9,29%. Bauran Tahun 2050 adalah batu bara 38,30%, gas bumi 25,27%, minyak bumi 5,67%, EBT 31,63%.

Electrical energy is a basic necessity for all humans in the 20th century. The need for electrical energy in the future will be increasing and inseparable from everyday human beings. Fulfilling electricity needs is one of the important parts of the Indonesian government's agenda in improving the welfare of its people. The development of a power plant with new and renewable energy sources is very important, considering that fossil fuels are increasingly depleted. Nuclear as an energy source can be used as a substitute for conventional resources. The International Reactor Innovative and Secure (IRIS) is a small Light Water Reactor (LWR) but can produce moderate electrical power (335 MWe). It can be used to increase the contribution of clean energy in the energy mix of East Kalimantan and North Kalimantan. Long-range Energy Alternatives Planning system (LEAP) simulations produce an energy mix for 2028 (the final year of Indonesian Government development plan) and 2050 (government target). The energy mix in 2028 is consisted of 49.50% of coal, 30.73% of natural gas, 10.48% of oil and 9.29% of clean energy. The energy mix in 2050 is consisted of 38.30% of coal, 25.27% of natural gas, 5.67% of oil and 31.43% of clean energy.

Kata Kunci : reaktor IRIS, pemenuhan energi, LEAP, bauran energi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.