Hubungan Kemandirian Pemenuhan Aktivitas Dasar Sehari-hari dengan Kualitas Hidup pada Anak Cerebral Palsy di SLB N 1 Bantul
ALYA ADHIATI, Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D. ; Dr. Fitri Haryanti, S.Kp.,M.Kes.
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Cerebral palsy (CP) adalah sekumpulan gangguan yang dapat mempengaruhi kemampuan motorik yang bersumber dari kerusakan bagian otak. SLB N 1 Bantul merupakan SLB dengan jumlah siswa CP paling banyak yaitu 77 anak. Anak dengan CP memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan anak normal. Kualitas hidup anak CP yang paling rendah terdapat pada subskala aktivitas sehari-hari. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemandirian pemenuhan aktivitas dasar sehari-hari dengan kualitas hidup pada anak CP di SLB N 1 Bantul, mengetahui gambaran kualitas hidup dan gambaran kemandirian anak CP. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan derajat keparahan CP dengan kualitas hidup, serta mengetahui hubungan usia dengan kemandirian pemenuhan ADS pada anak CP. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak CP yang berusia 6 sampai 18 tahun di SLB Negeri 1 Bantul dengan responden berjumlah 41 anak CP dan orang tua anak CP. Pengambilan data menggunakan 2 instrumen yaitu PEDSQL-CP Module Parent Proxy versi bahasa Indonesia, serta Katz Index of ADL yang dialihbahasakan menggunakan metode cross cultural adaptation milik Brislin. Data yang diperoleh diuji menggunakan spearman's rank. Penelitian ini dilakukan uji validitas isi pada instrumen kemandirian dan diuji menggunakan CVR, CVI, dan Aiken's V serta uji reliabilitas inter rater menggunakan kappa. Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas terpakai pada instrumen kualitas hidup dan diuji menggunakan product moment. Hasil : Uji hubungan kemandirian dengan kualitas hidup menghasilkan p=0,042; r= -0,319, Uji hubungan usia dengan kualitas hidup menghasilkan p= 0,348; r= 0,150, Uji hubungan derajat CP dengan kualitas hidup menghasilkan p=0,027; r= -0,345, Uji hubungan usia dengan kemandirian menghasilkan p=0,739; r= -0,054. Hasil uji validitas kualitas hidup terdapat 4 item yang r hitung di bawah r tabel, hasil uji reliabilitas kualitas hidup r hitung 0,938. Hasil uji validitas kemandirian CVR keenam indikator memeroleh nilai 1,00, CVI : 1,00, aiken's v keenam indikator 1,00. Kesimpulan : terdapat hubungan bermakna antara kemandirian pemenuhan ADS dengan kualitas hidup, meskipun sebagian besar anak CP umumnya memiliki minimal 2 kegiatan yang tidak mandiri dalam ADS, namun anak CP memiliki kualitas hidup sedang.Terdapat hubungan bermakna antara derajat keparahan CP dengan kualitas hidup, semakin rendah derajat keparahan CP semakin tinggi tingkat kualitas hidup. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kualitas hidup. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kemandirian. Terdapat 4 item instrumen PEDSQL CP Module Parent Proxy yang tidak valid, instrumen PEDSQL CP Module Parent Proxy reliabel. Seluruh item instrumen kemandirian memiliki interpretasi nilai CVR sangat baik dan interpretasi penilaian aiken's v sangat tinggi.
Background: Cerebral palsy (CP) is a group of disorders that can affect motor abilities derived from damage to parts of the brain. SLB N 1 Bantul is an SLB with the highest number of CP students in Jogjakarta, 77 children. Children with CP have a lower quality of life compared to normal children. The lowest quality of life of CP children is found in the subscale of daily activities. Objective: This study was aimed to determine the relationship between independency of activity daily living (ADL) and quality of life in CP children in SLB N 1 Bantul, to determine the quality of life and the independency of CP children. The study was also aimed to determine the relationship of age and severity of CP with quality of life, and to know the relationship between age and independence of ADL in children with CP. Method: This type of research was a non-experimental study with a correlational quantitative approach. This study used an analytical design with a cross sectional approach. The population in this study were CP children aged 6 to 18 years in SLB 1 Bantul with 41 CP children and parents of CP children as respondents. The process of collecting data used 2 instruments which are PEDSQL-CP Module Parents Proxy in Indonesian version and Katz Index of ADL that was translated using cross cultural adaptation by BrislinThe obtaining data was tested using a spearman's rank. This study tested the content validity of the independence instrument and it used CVR, CVI, and Aiken's V and inter rater reliability testing used kappa. In this study a validity test was used on quality of life instruments and tested using a product moment. Results: The research of the relationship of independence with quality of life produced p = 0.042; r = -0,319, The research of the relationship of age with quality of life produced p = 0.348; r = 0,150, The research of the relationship of CP degree with quality of life yielded p = 0,027; r = -0,345, The research of the relationship of age with independence produced p = 0,739; r = -0,054. The results of the quality of life validity research showed there are 4 items that count below r table, the results of the reliability test of quality of life r count 0.938. The validity test results of the CVR independence of the six indicators obtained a value of 1.00, CVI: 1.00, aiken's v sixth indicator of 1.00. Conclusion: there was a significant relationship between independence of ADL and quality of life. Although CP children generally had minimum 2 dependency on ADL, but CP children had moderate quality of life. There was a significant relationship between CP severity and quality of life, lower CP severity the higher the quality level his life. There was no significant relationship between age and quality of life. There was no significant relationship between age and independence. There were 4 items of PEDSQL CP Module Parent Proxy instruments that are not valid, but PEDSQL CP Module Parent Proxy instrument was reliable. All items of independence instruments had very good interpretations of CVR values and the interpretation of the aiken's v assessment was very high.
Kata Kunci : aktivitas dasar sehari-hari, cerebral palsy, kemandirian, kualitas hidup