VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR CARMINE DAN RHODAMIN B DALAM SEDIAAN LIPSTIK SECARA KCKT DAN SPEKTROSKOPI FTIR
REYNA NEVITASARI, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Si., Apt. ; Prof. Dr. Sudibyo Martono, M.S., Apt.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU FARMASICarmine (CAR) merupakan pewarna alami yang terdapat pada serangga. Carmine di pasaran membuat harganya menjadi cukup tinggi sehingga sering dipalsukan dengan Rhodamin B. Rhodamin B (RHB) digunakan sebagai bahan tambahan pada sediaan kosmetik khususnya lipstik. Rhodamin B merupakan zat warna terlarang untuk digunakan dalam sediaan lipstik. Dalam rangka penjaminan kualitas, keamanan, dan kelegalan sediaan lipstik di kalangan masyarakat, diperlukan suatu metode analisis cepat dan tervalidasi untuk mengetahui keaslian senyawa dalam produk kosmetik. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik merupakan metode analisis pilihan yang biasa digunakan untuk menganalisis pewarna. Spektroskopi FTIR dikombinasikan dengan kalibrasi multivariat juga dikembangkan sebagai metode analisis kuantitatif CAR dan RHB yang cepat. Penelitian ini menganalisis kuantitatif CAR dan RHB dalam sediaan lipstik dengan spektroskopi FTIR-kalibrasi multivariat Partial Least Square (PLS). Metode KCKT dioptimasi menggunakan software Design Expert 8.0 dengan Response Surface Methodology - Central Composite Design dengan 4 variabel bebas yaitu pH, rasio asetonitril, laju alir, dan suhu kolom. Dilanjutkan dengan validasi metode spektrum hasil pengukuran sampel dengan FTIR digunakan untuk membuat model kalibrasi dan divalidasi baik internal maupun eksternal untuk memastikan korelasi antara spektra IR dan konsentrasi analit (Carmine dan Rhodamin B). Optimasi dengan desain eksperimental menunjukkan bahwa pH bufer 3,4, asetonitril 55%, laju alir 1,1 mL/menit, dan suhu kolom 35°C merupakan kondisi optimal. Hasil optimasi kondisi KCKT kemudian divalidasi dan menghasilkan nilai sesuai dengan parameter validasi, meliputi spesifisitas, selektivitas, linieritas, sensitivitas berupa nilai LoD dan LoQ, presisi, dan akurasi. Penetapan kadar CAR dan RHB dalam sediaan lipstik dengan spektroskopi FTIR dikombinasikan dengan PLS menunjukkan bahwa model kalibrasi dengan bilangan gelombang 1357,64-673,03 cm-1 merupakan permodelan optimal karena dapat memberikan model kalibrasi yang telah divalidasi internal dan eksternal dengan memberikan nilai RMSEC, RMSEP, dan RMSECV rendah dan koefisien determinasi (R2 ) mendekati 1.
The natural colour agent plays a big role in the cosmetical indusry especially on lipstict product. Carmine is a natural dye obtained from Dactylopius coccus. Adulteration of carmine with rhodamin B because of limitation and high price. Rhodamin B is banned in all of cosmetics product. In order to ensure the quality, safety, and legality of cosmetics, especially lipstick in the society, rapid and valid analytical method is needed to analyse the purity of compound contained in cosmetic product. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) is a method of choice usually used to quantify colouring agent. FTIR spectroscopy combined with multivariate analysis also developed as a rapid quantitative analytical method for carmine and rhodamin B simultaneously. In this study, HPLC and FTIR spectroscopy combined with Partial Least Square regression (PLS-R) have been developed to determine the content of carmine and rhodamine B. To obtain optimum HPLC condition, experimental design Response Surface Methodology - Central Composite Design using four independent variables, such as pH buffer, ratio acetonitrile, flow rate, and column temperature by Design Expert 8.0 software. Then, the optimum condition was chosen to be validated. Analytical method validation cover some parameters, namely specificity, selectivity, linierity, precision, accuracy, and sensitivity. Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy has been employed to quantify carmine and rhodamine by building calibration model. The model is then validated as internal and external validation to ensure the correlation between IR spectra and concentration of analyte can be accepted. Experimental design resulted pH bufer 3.4, ratio acetonitrile 55%, flow rate 1.1 mL/minute, and column temperature 35 °C is the optimum HPLC condition. That condition was then validated and resulted the values which meet validation parameter, such as specificity, selectivity, linierity, precision, accuracy, and sensitivity. FTIR spectroscopy resulted that wavelength number 1357.64- 673.03 cm-1 is the optimum calibration model because it give lower value of RMSEC and RMSEP and higher value of R2
Kata Kunci : Carmine, Rhodamin B, Spektroskopi FTIR, PLS, KCKT; Carmine, Rhodamin, FTIR spectroscopy, PLS, HPLC