Pengaruh Pilihan Sekolah (Madrasah Aliyah) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terhadap Probabilitas Mendapat Pekerjaan di Masa Depan: Bukti Empiris Berdasarkan Data IFLS 2000, 2007, dan 2014
HANIF RATNAYUNIA WIJAJNA, Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPendidikan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu negara melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja. Pendidikan di Indonesia terbagi dalam berbagai jalur, jenjang, dan jenis salah satunya adalah pendidikan formal berupa madrasah. Madrasah merupakan institusi pendidikan yang mengombinasikan pendidikan agama dan pendidikan umum. Dalam hal ini, pendidikan madrasah yang berkaitan langsung dengan outcome di pasar tenaga kerja adalah Madrasah Aliyah (MA) yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pilihan sekolah MA dan SMA terhadap probabilitas individu mendapatkan pekerjaan. Probabilitas individu mendapatkan pekerjaan dipilih sebagai variabel dependen untuk menggambarkan outcome pendidikan di pasar tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode probit dengan Instrumental Variable (IV) untuk mengatasi masalah endogenitas yang dapat menghasilkan estimasi yang bias. Regresi probit dipilih karena variabel dependen merupakan data diskrit yang berbentuk variabel dummy. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara probabilitas individu yang bersekolah di MA dan SMA untuk mendapatkan pekerjaan 7 tahun mendatang. Hal itu salah satunya disebabkan karena pengusaha (employer) yang mencari tenaga kerja di pasar tenaga kerja menggunakan pertimbangan perbedaan jenjang pendidikan individu untuk menentukan penilaian terhadap kemampuan individu, sehingga individu dengan jenjang pendidikan yang setara seperti MA dan SMA meskipun berbeda jenis sekolahnya akan dianggap memiliki kemampuan yang sama. Selain itu, probabilitas mendapat pekerjaan yang tidak berbeda siginifikan secara statistik juga dapat dipengaruhi alasan karena pada penelitian ini probabilitas individu mendapatkan pekerjaan hanya dianalisis secara umum tanpa mengklasifikasikannya berdasarkan jenis pekerjaan dari individu.
Education is an important thing to improve the quality of human resources through the increase in labor productivity. Education is divided into various path, levels, and types in Indonesia. One of them is madrasa who become educational institution that combine religious and general type of education. Education itself has the close relation with labor market outcome include madrasa especially Madrasa Aliya (MA) which is equal with Senior High School (SHS) in general school type. This research aim to analyze the effect of individual school choice between MA and SHS on employment opportunity. Employment opportunity are chosen as the dependent variable to describe education outcome in the labor market. The method of this research is probit method with Instrumental Variable (IV) to overcome endogeneity problem which can produce bias in estimator. Then, probit regression is chosen because the dependent variable is discrete data. The result of this research are there is no statistically significant difference between 7 years later individual employment opportunity who attend MA or SHS. The situation happens because the employer tends to determine labor's skill by looking at its education levels not by its education types, so people with same level of education such us MA and SHS will be considered to have same abilities. The other reason is this research just analyze employment opportunity in general without classify it based on individual working type, so further research might produce different result.
Kata Kunci : probabilitas mendapatkan pekerjaan, Madrasah Aliyah (MA), return to education, Instrumental Variable (IV)